Minim Insentif Pemerintah, Pendaftar Paten Rendah

Bisnis.com,17 Mar 2016, 23:43 WIB
Penulis: Nindya Aldila

Bisnis.com, JAKARTA-- Anggaran R&D Indonesia hanya 0,09% dari Produk Domestik Bruto.

Hal ini menyebabkan pendaftaran hak paten di Indonesia hanya tumbuh 600 hingga 800 per tahun.

Meski begitu, dibanding negara Asean lainnya Indonesia menjadi negara tertinggi kedua setelah Singapura.

Menurut data yang dirilis Kementerian Perindustrian, jumlah pendaftar paten Indonesia pada 2014 mencapai 8.023 naik dari tahun sebelumnya yaitu 7.450 pendaftar.

Pertumbuhannya paling hanya 600 sampai 800. Nah, dari angka itu hanya 30% yang dilakukan oleh orang Indonesia.

Sisanya dilakukan oleh orang asing atau perusahaan multinasional yang ada di sini.

"Padahal, negara yang berdaya saing adalah negara yang bisa menghasilkan paten dan litbangnya kuat," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian Haris Munandar pada Bisnis, Kamis (17/3/2016).

Di China pertumbuhan jumlah pendaftaran paten dalam lima tahun terakhir mencapai 122.000 dengan jumlah pendaftar 928.177 pada 2014.

Sedangkan Korea Selatan angka pertumbuhannya mencapai 40.000 pendaftar dengan jumlah pendaftar 210.252 pada 2014.

"Anggaran untuk litbang di Indonesia 0,09% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kalau negara lain sudah bisa sekitar 1%. Memang sekarang sudah ada beberapa bantuan, tapi masih kurang," katanya

Angka 0,09% tersebut masih lebih rendah dari anggaran yang dikeluarkan pemerintah Thailand sebesar 0,21% dari PDB dan Malaysia sebesar 0,63% dari PDB.

Ia mengatakan pemerintah saat ini telah memberikan insentif fiskal terhadap pengurangan pajak R&D yang diperbolehkan menjadi pengurang penghasilan bruto dalam rangka penghitungan penghasilan kena pajak.

Peraturan ini sudah berlaku sejak lama, tapi menurutnya implementasinya belum berjalan hingga kini.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rustam Agus
Terkini