ASURANSI USAHA TANI PADI: Jasindo Bayar Klaim Rp16 Miliar

Bisnis.com,17 Apr 2016, 20:26 WIB
Penulis: Oktaviano DB Hana
Ilustrasi./Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) telah membayarkan total klaim senilai Rp16 miliar pada program nasional asuransi usaha tani padi yang ditarget melindungi satu juta hektar lahan pada tahun ini.

Direktur Operasi dan Ritel PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Sahata L. Tobing mengungkapkan realisasi itu merupakan akumulasi nilai pertanggungan asuransi usaha tani padi pada musim tanam September 2015 hingga Januari 2016. Umumnya, jelas dia, klaim atau pertanggungan atas gagal panen yang masuk itu disebabkan oleh bencana banjir.

“Kami sudah membayarkan klaim asuransi usaha tani padi senilai Rp16 miliar kepada sejumlah petani di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya kepada Bisnis.

Program asuransi yang didorong pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, dan Otoritas Jasa Keuangan guna mendukung ketahanan pangan itu mulai dijalankan di 16 provinsi dan 17 kabupaten sejak Oktober 2015.

Dengan harga premi Rp180.000/ha, yakni 80% disubsidi pemerintah dan sisanya senilai Rp36.000 ditanggung petani, produk asuransi khusus itu memberikan pertanggungan senilai Rp6 juta/ha.

Dengan begitu, realisasi klaim Rp16 miliar pada periode itu diberikan bagi sekitar 2.667 ha lahan pertanian padi.

Sementara itu, Sahata menuturkan hingga akhir tahun lalu pihaknya telah berhasil menjamin sekitar 266.000 ha lahan padi.

Lebih lanjut, Sahata mengungkapkan saat ini pihaknya sudah memiliki organisasi dan tenaga ahli untuk meningkatkan penetrasi produk asuransi tersebut. Melalui jaringan yang menjangkau berbagai wilayah pelosok, kata dia, pihaknya pun mampu melayani proses dan pembayaran pertanggungan tersebut.

Namun, dia menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan teknologi dan kapasitas sumber daya guna memaksimalkan penyelenggaraan program strategis itu.

“Jasindo sudah sangat militan mengerjakannya, sampai ke pelosok dan kami sudah mendapatkan pola serta pendataan peserta yang lebih akurat.”

Penyelenggaraan program itu pun dinilai memberikan edukasi bagi petani mengenai pentingnya berasuransi. Sahata menuturkan sejumlah kelompok petani bahkan bersikap aktif untuk mengikuti program pada musim tanam berikutnya.

Karena itu, dia meyakini target pelaksanaan program asuransi usaha tani padi yang dipatok satu juta ha lahan pada tahun diyakini mampu terealisasi.

Sebelumnya, Sahata menyatakan pihaknya sudah menyiapkan strategi distribusi dengan menggandeng sejumlah pihak. Selain menyebar pekerja internal, Jasindo juga akan memanfaatkan tenaga nonformal, yakni siswa Sekola Menengah Kejuruan di berbagai daerah Indonesia.

Seribu siswa SMK akan dipekerjakan sebagai tenaga magang dalam pelaksanaan program tahun ini. “Mereka bisa menyelesaiak tugas akhir, tetapi tetap akan digaji,” ujarnya.

Sahata mengatakan asuransi umum pelat merah ini pun akan menggandeng sekitar 2.000 kelompok tani nelayan andalan atau KTNA dan bekerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero).

Sebagai informasi, hingga saat ini Jasindo yang hingga saat ini masih menjadi satu-satunya pelaksana program yang didorong Otoritas Jasa Keuangan tersebut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Linda Teti Silitonga
Terkini