BSM Targetkan Penjualan SAR 50 Juta

Bisnis.com,26 Apr 2016, 03:00 WIB
Penulis: Ihda Fadila
Logo Bank Syariah Mandiri. /

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Syariah Mandiri akan agresif menggarap penjualan bank notes, terutama Saudi Arabian Riyal (SAR), pada tahun ini. Program tersebut dalam rangka meningkatkan bisnis treasury sehingga bisa mendongkrak pendapatan berbasis komisi (fee based income).

Direktur Wholesale Banking BSM Kusman Yandi menjelaskan potensi bisnis treasury bank syariah cukup besar. “Kami berharap bisa menjual hingga 50 juta SAR untuk pelayanan haji dan umrah tahun ini,” katanya di Jakarta, Senin (25/4/2016).

Kusman menambahkan perseroan menggenjot penjualan SAR untuk menutup tren penurunan fee based income dari transaksi forex dolar AS, transaksi jual beli bank notes, dan devisa dolar AS.

Penurunan transaksi forex dolar AS, salah satunya disebabkan adanya ketentuanpPemerintah yang membatasi transaksi valas untuk transaksi dalam negeri.

Untuk menggenjot bank notes, lanjut Kusman, perseroan akan meningkatkan kerjasama dengan travel penyelenggara umrah dan haji, termasuk membidik calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini.

BSM juga membuka outlet money changer di kantor pusat yang sudah mulai beroperasi beberapa waktu lalu. Bahkan, bila program ini berhasil akan dilanjutkan di wilayah lain yang potensial.

“Saat ini sejalan dengan cukup tingginya animo beribadah ke Tanah Suci melalui umrah, potensi penjualan SAR juga meningkat. Mulai ada permintaan stok SAR dari unit kerja,” ujar Kusman.

Khusus untuk penjualan SAR, BSM akan memaksimalkan menjelang musim haji. Menurutnya, perseroan akan membuka outlet pembayaran living cost dan penukaran uang di beberapa embarkasi. BSM diharapkan dapat ditunjuk sebagai bank yang membayarkan living cost bagi jamaah haji.

Tahun ini, jamaah haji yang mendaftar melalui BSM dan tahun ini akan berangkat sekitar 61.700  dari total 154.000 calon jamaah haji. Per Maret 2016, pangsa pasar tabungan haji BSM sekitar 30%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fatkhul Maskur
Terkini