Jepang Dukung Restorasi Gambut Riau

Bisnis.com,28 Apr 2016, 17:32 WIB
Penulis: Gemal Abdel Nasser P.
Lahan gambut. /cwacwa

Kabar24.com, PEKANBARU-- Dua universitas dari Jepang, Kyoto University dan National Institues for The Humanities (NIHU) mendukung program restorasi gambut di Riau.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan Riau didominasi oleh lahan gambut dengan 5,7 juta ha atau 60% dari total areal. Gambut perlu dijaga karena berdampak pada kerusakan lingkungan.

"Dukungan dua universitas di Jepang dapat berbagai macam bentuk. Kita akan melakukan pembicaraan lebih lanjut. Pemerintah Provinsi Riau akan menindaklanjuti kerjasama ini secara serius," katanya usai menggelar pertemuan di Kyoto, Jepang, Kamis (28/4/2016).

Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan fokus dalam restorasi lahan gambut di Provinsi Riau. Pemerintah akan membentuk laboratorium internasional restorasi rawa gambut tropis yang pertama dan satu-satunya di dunia.

Andi Rachman mengatakan laboratorium di Kepulauan Meranti akan dijadikan sebagai pusat unggulan penelitian aksi restorasi gambut.

"Di lain sisi lahan gambut juga berpotensi untuk menguntungkan secara ekonomis bila dimanfaatkan secara benar," kata Andi.

Pemerintah Provinsi Riau untuk dapat menjaga, memperbaiki serta mengelola lahan gambut di Provinsi Riau sehingga dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Pencegahan Karhutla

Selain itu, penjagaan gambut juga dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Karena lahan gambut memiliki zat karbon yang udah terbakar.

Andi Rachman menyampaikan keberhasilan provinsi Riau dalam menekan jumlah hotspot di tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014 yang turun hingga hampir 60%.

Provinsi Riau telah membangun  1.300 sekat kanal untuk membahasi lahan gambut agar kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir. Kapolda Riau Brigjen Pol Supriyanto mengklaim kasus kebakaran hutan jauh berkurang dari tahun lalu.

"Pembangunan kanal bloking terbukti menimbulkan manfaat yang baik untuk pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut). Lahan gambut menjadi bahas," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rustam Agus
Terkini