Platform Buku Digital Buka Peluang Penulis Indie

Bisnis.com,13 Mei 2016, 15:00 WIB
Penulis: Azizah Nur Alfi
Wilson Cuaca. /@makecmac

Bisnis.com, JAKARTA - Perkembangan teknologi membawa segalanya serba digital. Di ranah industri penerbitan Indonesia, platform buku digital sedang menggeliat dan menjadi tren yang terus tumbuh. Kehadiran mereka menguntungkan bagi penulis indie.

CEO Scoop, Wilson Cuaca menuturkan hal yang menarik dari buku digital yakni mempersingkat proses penerbitan yang bertele-tele. Sebab, tidak ada keharusan minimum pencetakan. Penulis indie juga dapat langsung mempublikasikan ke scoop.

"Tanpa ke penerbit yang maksain minimum printing dan proses seleksi," katanya.

Wison menilai potensi buku digital di Indonesia terhitung besar. Saat ini, pasar buku digital berada di segmen usia 18-35. Meski ada digital, tidak lantas mengurangi pembajakan. Sebab, pasar buku digital adalah mereka yang mencari kenyamanan, bukan harga murah.

Senada, Product Manager PT Wayang Force, Dimas Dasa Mitra Maulana, menuturkan pada 2016, rata-rata ada 5.000 unduhan setiap bulan, baik dari majalah, surat kabar, buku di Wayang Force. Tren penjualan rata-rata naik 10% - 15% per tahunnya.

"Jika dilihat tren pada 2014, segmen pembaca masih didominasi usia di atas 30 tahun. Namun, di 2016 mulai ada peningkatan pembaca buku digital di usia 20-an tahun," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fatkhul Maskur
Terkini