Realisasi Kredit Rumah FLPP di Banten Melonjak

Bisnis.com,18 Mei 2016, 16:28 WIB
Penulis: Amanda Kusumawardhani
Proyek perumahan sederhana/Bisnis

Bisnis.com, TANGERANG--Realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Provinsi Banten melonjak hingga 97,11% menjadi 410 unit senilai Rp38,4 miliar pada kuartal I/2016 (year-on-year/yoy).

Selain jumlah unit rumah yang meningkat, penyaluran FLPP juga tumbuh 177,65% dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp13,83 miliar.

Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia, Banten menduduki peringkat kedua setelah Jawa Barat dari sisi nilai penyaluran FLPP kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sepanjang Januari-Maret 2016.

“Yang dicatat Bank Indonesia adalah yang sudah menandatangani akad penjualan. Kalau dari catatan kami, jumlah booking FLPP mencapai 900 unit hingga kuartal I/2016,” kata Ketua DPD REI Banten Soelaeman Soemawinata kepada Bisnis, Rabu (18/5).

Adapun, secara nasional, realisasi FLPP melambat menjadi 3.851 unit pada kuartal I/2016 dari sebelumnya 4.253 unit pada kuartal yang sama tahun lalu.

Dari segi nilai, penyaluran FLPP tercatat naik menjadi Rp373,38 miliar pada kuartal I/2016 dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran FLPP senilai Rp10,58 triliun.

Kondisi secara nasional, ungkapnya, tidak berdampak di Banten karena kerja sama antara pengembang dan perbankan, terutama PT Bank Tabungan Negara.

Tak hanya itu, Banten dinilainya merupakan salah satu lokasi yang strategis terkait pembangunan sejuta rumah di Indonesia.

Dirinya menyebutkan salah satu kendala pengembang dalam merealisasikan pembangunan rumah layak huni bagi MBR adalah kemampuan menjaring pasar di Banten.

“Kemampuan tiap pengembang berbeda-beda sedangkan potensi perumahan di Banten cukup besar. Pangsa pasar FLPP di Banten berada di kisaran 25%-30%,” tambahnya.

Tak hanya itu, Kementerian Perhubungan menargetkan pembangunan proyek jalur ganda dan elektrifikasi kereta api lintas Tanah Abang , Jakarta-Rangkasbitung, Banten, pada tahun depan.

Saat ini, lintas Tanah Abang-Rangkas Bitung berupa jalur ganda hanya sampai Maja, sedangkan Maja-Rangkasbitung masih jalur tunggal. Dengan adanya jalur ganda, jumlah KRL yang beroperasi akan meningkat dua kali lipat dan memperpendek jarak tempuh.

Tak hanya itu, rampungnya jalur ganda dan eletrifikasi jalur Parung Panjang-Maja, layanan penumpang KRL dari Tanah Abang-Parung Panjang dapat meningkat lebih jauh hingga ke Maja.

“Proyek itu membuat kawasan di sekitarnya menjadi booming dan memacu pertumbuhan permukiman-permukiman baru. Hingga saat ini, sebaran rumah murah masih berpusat di Kota Serang, Kabupaten Tangerang, dan Lebak,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rustam Agus
Terkini