RESHUFFLE KABINET: Dapat 1 Kursi Menteri, Ini Komentar Ketum Golkar

Bisnis.com,27 Jul 2016, 14:31 WIB
Penulis: Arys Aditya
Setya Novanto/Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Partai Golkar menyambut baik meskipun hanya satu kadernya yang masuk ke dalam reshuffle jilid II Kabinet Kerja, Rabu (27/7/2016).

Ketua Partai Golkar Setya Novanto mengaku pihaknya tidak pernah mengajukan nama kadernya untuk masuk ke dalam pemerintahan, termasuk Airlangga Hartarto yang ditunjuk menjadi menteri perindustrian menggantikan politisi Partai Hanura Saleh Husin.

Dia mengatakan, dukungan Golkar terhadap pemerintah adalah penuh dan tanpa imbal balik. 

Setya Novanto menyebut, reshuffle merupakan hasil dari evaluasi yang dilakukan secara mendetail terhadap para pembantu Presiden, sehingga alasan utama reshuffle tentu adalah untuk mempercepat pembangunan perekonomian yang ditargetkan.

 “Golkar tidak pernah minta persyaratan apa-apa. Kami mengapresiasi Presiden yang memberi kesempatan Partai Golkar, bahwa kadernya masuk dalam kabinet. Tentu ini akan memberikan suatu hal yang baik buat kepentingan Partai Golkar,” katanya sebelum pelantikan para menteri baru di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (27/7/2016).

Dijelaskan, penunjukan Airlangga Hartarto sebagai menperin ideal, karena Airlangga dinilai mampu meningkatkan daya saing industri kecil, menengah dan besar di Indonesia agar bisa bersaing seara global.

“Bagaimanapun, kita harus bisa berkompetisi dengan negara-negara lain. Tentu ini yang kita harapkan dengan pergantian ini kita harapkan, semuanya bisa berjalan lancar,” ujar Setya Novanto.

Terkait dengan penunjukan Sri Mulyani Indrawati sebagai menteri keuangan, dia menyampaikan keputusan tersebut sudah tepat. Meskipun Sri sempat santer diisukan bertumbukan dengan mantan Ketum Golkar Aburizal Bakrie, menurutnya pengalaman Sri sebagai menkeu akan sangat membantu

“Tentu ada harapan baru, percepatan di dalam APBNP dan juga untuk melaksanakan percepatan tax amnesty. Ibu Sri Mulyani sudah biasa bekerja sama dengan parlemen dan tentunya akan memberikan suatu harapan baru agar pertumbuhan ekonomi lebih baik,” ungkapnya.

 

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Nancy Junita
Terkini