Nakao Ditunjuk Lagi Jadi Presiden Asian Development Bank

Bisnis.com,05 Agt 2016, 11:27 WIB
Penulis: Yusuf Waluyo Jati
Presiden Asian Development Bank (ADB) Takehiko Nakao/Ilustrasi-www.adb.org

Binsis.com, MANILA – Asian Development Bank (ADB) sepakat memilih kembali Takehiko Nakao sebagai pucuk pimpinan lembaga itu untuk kedua kalinya. Dia akan mengemban jabatan itu dalam lima tahun ke depan mulai 24 November 2016.

Nakao pertama kali terpilih sebagai Presiden ADB oleh Dewan Gubernur pada 28 April 2013 dan mengabdi selama 3,5 tahun yang sebelumnya menggantikan Haruhiko Kuroda. Nakao adalah Presiden ADB yang kesembilan. Dia juga merupakan satu-satunya kandidat setelah Dewan Gubernur ADB diundang untuk merumuskan para kandidat organisasi kepresidenan lembaga itu.

“Ini adalah sebuah kehormatan yang sangat besar mendapatkan mandat dari para anggota ADB sebagai Presiden selama lima tahun lagi. Saya akan mengabdikan diri saya untuk kembali mengarahkan ADB menjadi institusi yang lebih terangkat kehormatannya guna membantu dalam mencapai perkembangan inklusif dan berkelanjutan di Asia Pasifik,” ucap Nakao, seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima, Jumat (5/8/2016).

Selama periode kepemimpinannya yang pertama, ADB telah merumuskan kembali strategi prioritasnya yang tertuang dalam Midterm Review of Strategy 2020 dan meningkatkan kapasitas pinjamannya dari US$13 miliar pada 2014 menjadi US$20 miliar pada 2020 melalui merger pengoperasian neraca keuangan Asian Development Fund dengan Ordinary Capital Resources.

Kebijakan tersebut diklaim telah mencapai perkembangan yang baik. Pada tahun lalu, pinjaman dan hibah yang disetujui ADB mencapai rekor US$16,3 miliar, termasuk sektor swasta US$2,6 miliar, yang juga menjadi rekor baru. Dewan Gubernur ADB pada Mei menyetujui suntikan modal baru US$3,8 miliar.

Di bawah kepemimpinan Nakao, guna meraih pelayanan nasabah yang lebih baik, ADB juga telah menerapkan reformasi institusional termasuk mendelegasikan lebih banyak kewenangannya kepada misi kependudukan, merampingkan proses pengadaan barang dan jasa serta prosedur lainnya, mendirikan kantor Public-Private Partnership, dan memperkuat sektor serta keahlian tematik.

Sebelum bergabung dengan ADB pada 2013, Nakao adalah Pejabat Senior di Kementerian Keuangan Jepang, yang mendapatkan sangat banyak pengalaman di sektor keuangan dan pembangunan internasional. Dia juga mengajar keuangan internasional sebagai Profesor Tamu di Universitas Tokyo pada 2010 dan 2011. Lahir pada 1956, Nakao memegang gelar B.A. Ekonomi dari Universitas Tokyo dan M.B.A. dari Universitas California, Berkeley.

ADB, yang berbasis di Manila, didirikan untuk mengurangi kemiskinan di Asia Pasifik melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pertumbuhan lingkungan yang berkelanjutan, dan integrasi regional.

Berdiri pada 1966, ADB pada Desember 2016 akan merayakan hari jadi yang ke-50. ADB dimiliki oleh 67 anggota yang 48 anggota di antaranya dari Asia. Pada 2015, total asistensi ADB mencapai US$27,2 miliar, mencakup cofinancing US$10,7 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Yusuf Waluyo Jati
Terkini