Tarian Yosim Pancar Papua Tampil di New York

Bisnis.com,14 Sep 2016, 14:49 WIB
Penulis: Martin Sihombing
Tarian Yosim Pancar Papua./Papuaexpo.com

Bisnis.com, JAKARTA -  Tarian Yosim Pancar dari Papua ditampilkan pada konser Saung Budaya di New York, Amerika Serikat, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York, yang diterima di Jakarta, Rabu (14/9/2016).

Konser 10 tahun Saung Budaya yang berjudul "Gong: Spirits of the Archipelago" mengajak penonton - yang memenuhi ruang pertunjukan di Riverside Theater, Claremont, New York - untuk mengenal budaya Indonesia dari timur hingga barat.

Berbagai tarian tradisional Indonesia ditampilkan dengan menarik dalam konser tersebut. Salah satu tarian yang mendapat apresiasi paling banyak adalah tarian Yosim Pancar dari Papua.

Menurut KJRI New York, tarian Yosim Pancar yang menggambarkan kehidupan muda-mudi di tanah Papua itu ditampilkan dengan apik dan kocak.

Tarian yang dibawakan oleh enam penari itu dimulai dengan kelakar antara sahabat sepermainan yang saling bergurau satu sama lain.

Berbagai aspek kehidupan anak-anak Papua disajikan dengan cara yang menghibur, antara lain kegiatan di sungai, gambaran berburu binatang liar hingga kehidupan percintaan.

Selain tarian dari Papua, Saung Budaya juga membawakan tari Nihau Tintu dari Kalimantan, Indang dari Sumatera Barat, Marsipature dari Sumatera Utara, Gending Sriwijaya dari Sumatera Selatan, Pakarena dari Sulawesi Selatan, Zapin dari Kepulauan Riau, Bajidor Kahot dari Jawa Barat.

Selain itu, Saung Budaya juga menampilkan dua tarian kontemporer yang menggambarkan tentang kekuatan dan posisi perempuan di tengah kehidupan masyarakat Indonesia, yakni tari Kembang Latar dari Jakarta dan tari Amban Puruak dari Sumatera Barat.

Saung Budaya merupakan sanggar tari Indonesia yang diketuai oleh Amalia Suryani dan menjadi binaan KJRI New York sejak 10 tahun lalu. Saung Budaya aktif dalam menampilkan berbagai tarian Indonesia di berbagai festival tari di kota New York.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Martin Sihombing
Terkini