Transaksi Nontunai Sasar Pesantren dan Madrasah di Sulsel

Bisnis.com,30 Sep 2016, 17:36 WIB
Penulis: Amri Nur Rahmat
Ilustrasi

Bisnis.com, MAKASSAR - Bank Indonesia mendorong pengunaan transaksi nontunai kepada segmen pelajar madrasah atau pesantren untuk seluruh pembayaran kegiatan pendidikan maupun kebutuhan santri di Sulawesi selatan.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulsel Wiwiek Sisto Widayat mengemukakan sebagian besar lembaga pendidikan berbasis pesantren maupun madrasah di daerah tersebut masih bertumpu pada penggunaan uang kartal dengan sistem pembayaran konvensional lantaran terbentur akses keuangan digital.

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, penyediaan layanan keuangan digital (LKD) untuk segmen tersebut segera disiapkan sehingga mampu dimanfaatkan oleh sekitar 95.000 santri di Sulsel sehingga memperbesar penggunaan transaksi nontunai di daerah tersebut.

"Tahapan sosialisasi dengan menggandeng Kemenag Kanwil Sulsel, MUI Sulsel serta perbankan tengah kami lakukan. Kami bagi dalam tiga zona, agar santri dan pesantren bisa mengetahui transaksi secara nontunai," katanya saat dihubungi, Jumat (30/9/2016).

Menurutnya, skema yang disiapkan untuk penyediaan LKD bagi santri tersebut akan dilakukan dengan menggandeng pihak ketiga atau agen yang kemudian terkoneksi dengan perbankan untuk kemudian ditempatkan pada warung atau kantin dalam lingkup pesantren dan madrasah.

Adapun untuk pembagian zona sosialisasi dan edukasi transaksi non tunai tersebut meliputi Zona Makassar hingga Barru, kemudian Zona Palopo dan Luwu Raya serta Zona Bulukumba yang meliputi sejumlah kabupaten di wilayah selatan Sulsel.

"Untuk kedepannya, kami akan kembangkan bersama dengan perbankan syariah sehingga lebih cocok dengan karakterisitk pondok pesantren dan madrasah agar sesuai dengan prinsip Islam," kata Wiwiek.

Di sisi lain, tren penggunaan transaski nontunai di Sulsel mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi hingga akhir kuartal kedua tahun ini. Berdasakan data bank sentral, transaksi nontunai atau kliring di Sulsel pada periode tersebut tercatat Rp19,31 triliun naik hingga 28,42% dari posisi akhir tahun lalu yang mencapai Rp13,95 triliun secara year to date.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Yusuf Waluyo Jati
Terkini