Bank Sampoerna Rangkul Pelajar Perkenalkan Dunia Perbankan Sejak Dini

Bisnis.com,26 Okt 2016, 14:32 WIB
Penulis: Herdiyan
Ilustrasi./Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) mengajak para pelajar untuk lebih mengenal perbankan sebagai institusi keuangan dan beragam profesi yang terlibat di dalamnya melalui penulisan kreatif.

Langkah itu termasuk dalam program edukasi literasi keuangan untuk mendukung program literasi yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan dengan mengambil tema Mengenal Perbankan melalui Penulisan Kreatif.  

Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Bank Sampoerna Setyo Dwitanto mengatakan program edukasi literasi yang digelar di SMPN 226, Cinere, Jakarta Selatan, itu merupakan program berkelanjutan yang telah diselenggarakan oleh Bank Sampoerna sejak 2015 kepada dunia pendidikan, mulai tingkat sekolah dasar, menengah, maupun perguruan tinggi.  

“Kegiatan ini merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh Bank Sampoerna untuk lebih memperkenalkan bank sebagai institusi serta profesi-profesi yang terlibat di dalamnya kepada generasi muda Indonesia,” ucapnya dalam keterangan resmi, Rabu (26/10/2016).

Dia berharap kegiatan ini tidak hanya dapat menambah ilmu pelajar mengenai fungsi dari bank, terutama akan keuntungan dan pentingnya menabung di bank, tetapi juga dapat menginspirasi para pelajar untuk memilih jalur pekerjaannya di masa yang akan datang.

Melalui kegiatan edukasi ini, para pelajar diberikan kesempatan untuk melakukan wawancara dengan bankir yang hadir. Dari proses ini, diharapkan para pelajar dapat mengenal profesi dari seorang bankir mulai dari back-office hingga frontliner staff.

Kemudian, hasil wawancara dituangkan ke dalam sebuah teks eksposisi. “Sebelum kegiatan wawancara dimulai, pihak Bank Sampoerna juga memberikan materi teknik wawancara yang baik dan benar demi mendapatkan cukup informasi dari narasumber,” kata Setyo.

Setyo menjelaskan dipilihnya SMP Negeri 226 Jakarta sebagai tempat kegiatan, salah satunya karena sekolah tersebut merupakan sekolah yang ditunjuk untuk melaksanakan program inklusif atau sekolah yang menerima pelajar berkebutuhan khusus untuk belajar bersama dengan siswa lainnya tanpa adanya perbedaan program pembelajaran.

“Sehingga sangatlah tepat apabila kegiatan edukasi literasi ini diselenggarakan di SMP 226 Jakarta yang dilakukan pada pelajar yang berbeda di satu acara,” tutur Setyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Martin Sihombing
Terkini