PILKADA DKI 2017: Ini Alasan Ahok Tak Mau Beri Bantuan Langsung Tunai

Bisnis.com,23 Nov 2016, 20:10 WIB
Penulis: Asteria Desi Kartika Sari
Basuki Tjahaja Purnama di Rumah Lembang menerima keluhan warga/Antara

Bisnis.com, JAKARTA- Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pastilah masing-masing memiliki janji kampanye yang disampaikan kepada masyarakat sebagai 'iming-iming' agar dipilih pada pilkada DKI Jakarta 2016.

Tentunya masing-masing calon memiliki strategi yang berbeda dalam menyampaiman janjinya kepada masyarakat, dalam hal ini masyarakat Jakarta.

Salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur pasangat Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni menjanjikan akan memberikan uang tunai untuk membantu masyarakat yang tidak mampu.

Namun, ada juga pasangan calon yang mengaku enggan untuk memberikan janjikan uang tunai, salah satunya pasanhan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

" Dari dulu selalu sampaikan, tidak boleh memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada warga,"kata Ahok di Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (23/11/2016).

Pasalnya, berdasarkan Pancasila,menurut Ahok pada sila kelima disebutkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Indonesia bukan 'bantuan sosial'.

"Contoh kita bantu tunai, RT/RW nya jahat, ditilep duitnya, tidak kebagian, banyak orang miskin yang tidak merasakan  harga murah, tetap tercekik," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fatkhul Maskur
Terkini