Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Andara menargetkan pertumbuhan kredit tahun depan di atas 30%.
Direktur Utama Bank Andara Darwin Wibowo mengatakan pihaknya akan masuk segmen baru guna mengejar target tersebut. Apalagi perseroan baru saja mendapat suntikan dana segar dari APRO Financial.
"Kami akan masuk di bisnis ritel. Sampai saat ini outstanding kredit kami sekitar Rp900 miliar," katanya kepada Bisnis.com di Jakarta pada Kamis (1/12/2016).
Sejauh ini penyaluran kredit Bank Andara sebagian besar masih di sektor lembaga keuangan mikro (LKM) dan usaha kecil menengah (UKM).
Berdasarkan laporan bulanan September 2016 (belum diaudit), Bank Andara mencatat pertumbuhan kredit 27,86% year on year (y-o-y), namun dari sisi profitabilitas bank BUKU I ini rugi Rp13,5 miliar.
Bank Andara telah resmi diakuisisi APRO melalui mekanisme pembelian saham baru sebesar 40%. Investor asal Korea Selatan itu menggelontorkan dana Rp450 miliar yang dimasukkan dalam komponen modal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel