Atasi Kredit Bermasalah, Bank Jatim Bentuk 'Pasukan Khusus'

Bisnis.com,09 Jan 2017, 19:33 WIB
Penulis: Abdul Rahman
Direktur Utama Bank Jatim R. Soeroso/Bisnis.com-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) membentuk unit khusus untuk menangani kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL). Pasalnya, tahun lalu kredit bermasalah Bank Jatim meningkat sehingga harus melakukan pencadangan cukup banyak.

Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur R. Suroso mengatakan unit khusus tersebut dibentuk akhir tahun lalu dengan tugas utama menganalisis potensi kredit bermasalah.

"Kalau ada kredit yang memang tidak bisa diselamatkan lagi langsung kami masukkan ke collection 5," katanya di Jakarta, Senin (9/1/2016)

Per Desember 2016, NPL gross perseroan tercatat sebesar 4,77% atau naik dari posisi Desember 2015 yang sebesar 4,29%. Namun, NPL net turun dari 1,1% menjadi 0,65%. Turunnya NPL net tersebut lantaran Bank Jatim menyiapkan pencadangan sebesar 93,49%.

Penyumbang NPL terbesar Bank Jatim berasal dari sektor korporasi. Di sisi lain porsi kredit korporasi bank berkode emiten BJTM ini sebesar 33%. Suroso menjelaskan besarnya NPL dari korporasi karena tahun lalu banyak proyek pembangunan yang mangkrak dan pembayarannya ditunda.

Untuk rasio keuangan lain juga tumbuh positif. Return on equity (ROE) tercatat sebesar 17,82 % dari sebelumnya 16,11 %. Net interest margin (NIM) sebesar 6,94 % dari sebelumnya 6,41 %. Return on asset (ROA)  2015 2,67 % menjadi 2,98%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Yusuf Waluyo Jati
Terkini