Kinerja 2016: Premi Capital Life Lampaui Target

Bisnis.com,23 Jan 2017, 04:41 WIB
Penulis: Fitri Sartina Dewi
Capital life/ilustrasi
Bisnis.com,JAKARTA—Sepanjang 2016 pendapatan premi PT Capital Life Indonesia tumbuh signifikan yang didorong oleh upaya pengembangan produk dan penambahan mitra pemasaran.

Salah satu perusahaan asuransi yang pendapatan preminya bertumbuh signifikan ialah PT Capital Life Indonesia yang berhasil membukukan premi Rp2,19 triliun sepanjang 2016. Direktur Utama Capital Life Antony Japati mengatakan realisasi tersebut melampaui target awal yang diperkirakan bisa mencapai Rp2 triliun.

Selain itu, dia mengungkapkan pendapatan premi pada tahun lalu juga jauh lebih besar jika dibandingkan capaian pada tahun sebelumnya dengan pendapatan premi Rp209 miliar.

“Ada beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan premi, seperti penguatan dari sisi pemasaran dan penjualan, serta peningkatan kerjasama dengan mitra bank baru,” kata Antony kepada Bisnis, Minggu (22/1/2017).

Menurutnya, saluran bancassurance masih menjadi kontributor terbesar terhadap total pendapatan premi sepanjang tahun lalu dengan porsi mencapai sekitar 99%. Adapun, mitra bank yang menjadi penyumbang terbesar ialah PT Bank Capital Indonesia Tbk. yang juga merupakan sister company Capital Life.

Adapun, di tahun ini dia menyatakan pihaknya menargetkan bisa meraup premi sebesar Rp3 triliun atau tumbuh sebesar 50%, jika dibandingkan perolehan premi tahun 2016. Untuk mencapai target pertumbuhan, pihaknya menargetkan bisa menambah jumlah mitra bank baru dan meluncurkan beberapa produk baru.

Selain itu, di tahun ini perseroan juga akan melakukan pengembangan produk dengan mulai memasarkan produk asuransi jiwa berbalut investasi (unit-linked). Menurutnya, produk unit-linked yang pertama kali dipasarkan nantinya akan menerapkan skema pembayaran premi tunggal atau single premium.

“Kami sudah mengantongi izin dari OJK [Otoritas Jasa Keuangan] untuk memasarkan produk unit-linked single premium. Setelah resmi diluncurkan, kami menargetkan kontribusi premi yang belum terlalu besar yaitu hanya Rp150 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim memperkirakan pendapatan industri asuransi pada 2017 bisa bertumbuh sekitar 20% dari capaian tahun sebelumnya. Beberapa faktor pendorongnya antara lain adalah meningkatnya pendapatan premi yang dipicu oleh pertumbuhan penjualan dari saluran bancassurance.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rustam Agus
Terkini