DPK Bank Mayora Diproyeksi Naik 23,5 Persen

Bisnis.com,20 Mar 2017, 13:08 WIB
Penulis: Dini Hariyanti
Bank Mayora./.bankmayora.com

Bisnis.com, JAKARTA— PT Bank Mayora menargetkan pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga tahun ini sekitar 23,5% secara year on year menjadi Rp4,94 triliun.

Yoewanty Dirgantoro selaku Kepala Divisi Komunikasi Korporat & Manajemen Kualitas mengatakan, porsi terbesar dalam struktur dana pihak ketiga (DPK) tetaplah deposito.

Perseroan memproyeksikan deposito yang bisa dihimpun sebanyak Rp3,5 triliun. Adapun untuk tabungan dibidik terhimpun Rp656,5 miliar sedangkan giro berkisar Rp826,6 miliar.

“DPK dan kredit akan menjadi pendorong pertumbuhan laba kami pada tahun ini. Kami hara masih selalu ada kesempatan dan peluang,” tuturnya.

Sepanjang tahun lalu, Bank Mayora menghimpun DPK sebanyak Rp4 triliun atau meningkat sekitar 1,4% (yoy). Dana pihak ketiga perseroan didominasi deposito sejumlah Rp2,94 triliun, tabungan Rp558,8 miliar, dan giro senilai Rp513,4 miliar.

Yoewanty menyatakan, pihaknya terus berupaya memperbaiki komposisi dalam penghimpunan DPK yang saat ini didominasi deposito. Dengan kata lain, Bank Mayora berupaya memperbesar dana murah baik tabungan maupun giro.

“Untuk meningkatkan aset dengan cepat perbanyak dana mahal tapi secara penghasilan akan menggerus margin kami. Sementara dana murah, kami ingin lebih sustain dan long term, biarpun kecil-kecil tetapi banyak dan risikonyapun tidak terlalu besar,” kata dia.

Sementara itu, untuk kredit ditarget tersalurkan sebanyak Rp4,4 triliun. Per akhir tahun lalu kredit tersalurkan sejumlah Rp3,4 triliun.

Perseroan menargetkan profil risiko kredit yang lebih baik pada tahun ini dengan NPL gross ditarget menjadi 1,75% dan net 0,73%. Adapun tahun lalu NPL gross 2,47% sedangkan net 1,37%.

Tahun lalu Bank Mayora juga membukukan total aset sejumlah Rp5,4 triliun atau relatif sama dengan realisasi 2015 yang berjumlah Rp5,1 triliun. Pada tahun ini aset dibidik menyentuh Rp6,2 triliun.

PT Bank Mayora menutup tahun lalu dengan perolehan laba setelah pajak senilai Rp57,2 miliar atau tumbuh 28,9% secara year on year. Perseroan tahun ini menargetkan laba tumbuh menjadi Rp58,5 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Linda Teti Silitonga
Terkini