Februari 2017, Hasil Investasi Asuransi Jiwa Turun 37,14%

Bisnis.com,10 Apr 2017, 05:21 WIB
Penulis: Oktaviano DB Hana
Karyawati melintas di depan logo perusahaan asuransi jiwa di Jakarta, Rabu (8/3)./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Hasil investasi industri asuransi jiwa pada Februari 2017 masih mencatatkan penurunan di tengah meningkatnya pendapat premi dan laba setelah secara signifikan.

Data Otoritas Jasa Keuangan tentang Statistik Asuransi per Februari 2017 menunjukkan akumulasi hasil investasi asuransi jiwa menurun 37,14% (year-on-year/yoy).

Jika pada bulan yang sama tahun lalu realisasinya mencapai Rp4,13 triliun, maka pada Februari 2017 hasil investasi hanya mencapai Rp2,60 triliun.

Padahal, total pendapatan premi sektor asuransi jiwa tercatat senilai Rp21,41 triliun atau bertumbuh 23,66% (yoy) dan akumulasi laba setelah pajak sektor asuransi jiwa bahkan masih meningkat sebesar 32,39% (yoy) menjadi Rp1,46 triliun.

Pada Januari 2017, akumulasi hasil investasi asuransi jiwa sempat anjlok hingga 69,30% (yoy), sedangkan pendapatan premi dan laba setelah pajak meningkat signifikan masing-masing sekitar 37,07% dan 212,06% (yoy).

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menilai pelaku asuransi jiwa tetap optimistis hasil investasi terus membaik dan memberikan imbal hasil maksimal pada akhir tahun.

Menurutnya, instrumen investasi, seperti reksa dana, saham dan surat berharga negara (SBN) masih akan menjadi andalan pelaku sektor dengan kharakteristik kewajiban jangka panjang ini.

Apalagi, sebutnya, saat ini indeks harga saham gabungan (IHSG) tengah menunjukkan tren positif.

"Return reksa dana, saham, dan SBN akan tetap tinggi. IHSG tembus 5.600, dan diproyeksikan bisa tembus 6.000 hingga akhir tahun," ungkapnya kepada Bisnis, Minggu (9/4/2017).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rustam Agus
Terkini