BPS: Rupiah Hanya Melemah terhadap Yen

Bisnis.com,17 Apr 2017, 13:57 WIB
Penulis: Hafiyyan
Petugas menata tumpukan uang rupiah./JIBI-Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan kinerja rupiah pada Maret 2017 berhasil menguat terhadap sejumlah mata uang global seperti dolar AS (USD), dolar Australia (AUD), dan euro (EUR). Namun, mata uang Garuda terkoreksi terhadap mata uang yen (JPY).

Dalam rilisnya, Senin (17/4/2017), BPS menyampaikan mata uang rupiah terapresiasi 0,22% terhadap dolar Amerika pada Maret 2017. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap USD terjadi pada minggu kelima Maret 2017 di level Rp13.307,84 per dolar Amerika.

Berdasarkan provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Papua yang mencapai Rp13.206,38 per dolar AS pada minggu kelima Maret 2017.

Sementara itu, terhadap dolar Australia, rupiah terapresiasi 0,31% pada Maret 2017. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap AUD terjadi pada minggu ketiga Maret 2017 yang mencapai Rp10.089,17 per dolar Australia.

Menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Papua yang mencapai Rp9.882,50 per dolar Australia pada minggu ketiga Maret 2017.

Kendati menguat terhadap dua mata uang tersebut, rupiah terdepresiasi 1,46% terhadap yen Jepang pada Maret 2017. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap JPY terjadi pada minggu kelima Maret 2017 yang mencapai Rp118,85 per yen.

Menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Sumatera Utara yang mencapai Rp120,87 per yen pada minggu kelima Maret 2017.

Rupiah juga menguat 2% terhadap euro pada Maret 2017. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap EUR terjadi pada minggu kelima Maret 2017 yang mencapai Rp14.367,07 per euro.

Sementara menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Banten yang mencapai Rp14.587,33 per euro pada minggu kelima Maret 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Riendy Astria
Terkini