Uang Pecahan Rp5.000 Jadi Primadona

Bisnis.com,20 Jun 2017, 20:28 WIB
Penulis: Krizia Putri Kinanti
Petugas mengangkut tumpukan uang kertas pada bagian pelayanan perkasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/6)./Antara-Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA – Uang pecahan Rp5.000 menjadi favorit masyarakat yang menukarkan uang menjelang Lebaran.

Luctor E. Tapiheru, Kepala Grup Penyelenggara Pengelolaan Uang Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, mengatakan bahwa ada makna tersendiri dibalik uang Rp5.000 ini.

"Memang pecahan Rp5.000 jadi favorit masyarakat karena untuk pemberian kepada anak-anak handai taulan waktu mudik ke daerah masing-masing," tuturnya kepada Bisnis, Selasa (20/6/2017).

Secara nasional, Luctor menyebutkan bahwa penggunaaan uang Rp5.000 sangat pesat karena banyak dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Selain untuk kebutuhan membagi uang Lebaran, uang pecahan lima ribuan juga digunakan untuk bertransaksi sehari-hari.

Menurut Luctor, masyarakat menilai pecahan Rp5.000 paling mudah untuk bertransaksi ritel di warung dan pedagang kelontong. Bagi pembeli, uang pecahan Rp5.000 lebih efisien untuk berbelanja sehari-hari.  

Secara nasional, uang pecahan senilai nominal Rp5.000 memang menempati posisi kedua yang paling banyak beredar sejak mulai dirilis pada Desember 2016. Posisi pertama ditempati oleh uang pecahan Rp2.000. 

Data BI menunjukkan, dilihat dari sisi bilyet atau jumlah keping uang, uang yang beredar keluar (outflow) edisi tahun emisi 2016 didominasi oleh uang pecahan kecil. Uang pecahan Rp2.000 telah beredar sebanyak 687 juta bilyet, sedangkan uang pecahan Rp5.000 sebanyak 500 juta bilyet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farodilah Muqoddam
Terkini