Tradisi Balon Udara Setiap Syawalan Akan Diatur

Bisnis.com,29 Jun 2017, 20:13 WIB
Penulis: Newswire
Balon udara/dokumentasi

Bisnis.com, SEMARANG -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan agar tradisi melepas balon udara oleh masyarakat Jawa Tengah setiap Lebaran dan syawalan menjadi agenda wisata. Hanya saja, wisata tersebut akan dikelola dengan baik, sehingga tidak menganggu lalu lintas di udara. 

"Tahun depan akan kami manage menjadi suatu wisata yang akan ditentukan tempat dan ketinggiannya dengan kualifikasi tertentu agar tidak mengganggu," katanya di sela-sela meninjau persiapan arus balik Lebaran 2017 di Stasiun Semarang Poncol, Semarang, Kamis (29/6/2017).

Menhub mengakui jika tradisi menerbangkan balon udara saat Lebaran maupun syawalan itu merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang perlu dikelola dengan baik agar tidak mengganggu jalur penerbangan dan saluran udara tegangan ekstra tinggi.

Menhub menjelaskan bahwa pada dasarnya penerbangan balon udara itu dilarang, bahkan kepolisian sudah melakukan penegakan hukum.

"Hari-hari ini akan lebih kita intensifkan [penertiban penerbangan balon udara] karena bukan hanya mengganggu penerbangan saja, tapi juga mengganggu listrik tegangan tinggi," ujarnya.

Kepolisian telah mengimbau dan mengeluarkan larangan sejak sebulan sebelum Lebaran agar warga tidak menerbangkan balon udara.

Imbauan itu dilakukan hingga sampai ke desa-desa dan kelurahan bahkan dilakukan sosialisasi langsung ke rumah-rumah warga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Maria Yuliana Benyamin
Terkini