Titipan Presiden Jokowi ke Pemda DKI

Bisnis.com,11 Jul 2017, 17:27 WIB
Penulis: Arys Aditya
Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan paparan saat menerima Tim Bisnis Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/7)./JIBI-Dwi Prasetya

Kabar24.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera berbenah dan mengatasi sejumlah persoalan yang masih mendera ibukota sekaligus kota terbesar Indonesia itu.

Dalam pengantar rapat terbatas tentang Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di  Provinsi DKI Jakarta di Kantor Presiden, Selasa (11/7/2017), Presiden mengemukakan Jakarta mengalami persoalan khas kota metropolitan lain di dunia.

"Persoalan itu adalah masalah urbanisasi, kemiskinan, ketimpangan sosial, penyediaan fasilitas umum, listrik,  perumahan air bersih sanitasi kemacetan dan penyediaan transportasi massal, penanganan soal limbah sampah dan polusi udara dan pengendalian tata ruang," ujar Kepala Negara.

Akan tetapi, Dia juga mengingatkan penanganan masalah di DKI tidak bisa hanya mengandalkan Pemerintah DKI Jakarta Selatan, tetapi juga memerlukan bantuan dan keterlibatan pemerintah pusat dan daerah-darah penyangga ibukota.

Jokowi menyampaikan, pada kuartal pertama tahun ini ekonomi DKI Jakarta tumbuh 6,48% atau lebih tinggi ketimbang laju PDB nasional yang hanya 5,01%. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka atau TPT pada Februari 2017 tercatat 5,36%, mengalami penurunan 0,41 poin dibandingkan dengan 2016.

Presiden juga berharap capaian ini bisa ditingkatkan lagi dengan terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Sehingga, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi bisa membuka lapangan pekerjaan yang baru serta mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.

"Yang terakhir, saya titip ke Pemda DKI Jakarta yang sekarang dan akan datang agar dapat terus melanjutkan proyek infrastruktur transportasi massal baik, seperti LRT, MRT, kereta api, dan jalan tol termasuk memperlancar akses ke pelabuhan Tanjung Priok."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Stefanus Arief Setiaji
Terkini