FWD Life Luncurkan Asuransi Jiwa Berbasis Unit Linked

Bisnis.com,22 Jul 2017, 10:25 WIB
Penulis: Mia Chitra Dinisari
FWD life/dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT FWD Life Indonesia (“FWD Life”) – meluncurkan produk asuransi jiwa dengan investasi (unit-linked) yang memberikan perlindungan jiwa komprehensif dengan investasi optimal jangka panjang bernama Bebas Optimal.

Produk ini dirilis menyusul Standard & Poor’s (S&P) yang memberikan peringkat layak investasi (investment grade) beberapa waktu lalu. Ini mengindikasikan potensi tingkat kepercayaan publik yang lebih tinggi terhadap produk unit-linked sebagai salah satu pilihan utama dalam mendapatkan perlindungan sekaligus juga investasi.

Chief Product Proposition & Sharia FWD Life Ade Bungsu menyatakan produk ini diluncurkan untuk memberikan pilihan perlindungan dan investasi bagi masyarakat Indonesia khususnya kelas menengah ke atas yang sadar investasi, sehingga memberikan sinyal bahwa kini adalah masa pertumbuhan yang menjanjikan bagi produk-produk unit-linked.

Riset terbaru Boston Consulting Group menunjukkan bahwa jumlah kelas menengah Indonesia pada 2020 akan mencapai 141 juta orang atau 53% dari jumlah penduduk.[1]

Dia menjelaskan produk Bebas Optimal memiliki empat kelebihan utama, yakni mengalokasikan 100% premi dasar ke dalam investasi sejak tahun pertama, bebas dari biaya administrasi bulanan, biaya akuisisi serta biaya pengalihan dana investasi jika dilakukan secara online.

Kemudian, memberikan perlindungan komprehensif dari berbagai risiko kematian hingga usia 80 tahun dengan sedikit pengecualian. Bahkan, untuk risiko kematian atau cacat tetap total karena kecelakaan di transportasi umum, Uang Pertanggungan akan dibayarkan 200% atau maksimum Rp 2 miliar.

"Produk ini juga memberi keleluasaan untuk bebas menentukan jenis dan alokasi investasi, serta bebas memilih masa pembayaran premi (3, 5 atau 10 tahun) dan menambah dana investasi setiap saat," ujarnya seperti dikutio dari siaran pers.

Mitra strategis FWD Life, PT Schroder Investment Management Indonesia (“Schroder Indonesia”) akan dipercayakan untuk mengelola investasi BEBAS OPTIMAL. Bagi nasabah, ini akan menjadi sebuah kemudahan dan tanpa mengurangi proses diversifikasi pengelolaan risiko nasabah.

Executive Vice President Intermediary Business Schroder Indonesia Bonny Iriawan menambahkan, sejumlah faktor telah mendorong kondisi pasar Indonesia berada dalam tren positif. Di antara faktor tersebut adalah kondisi pasar saham global yang kondusif serta fundamental makro ekonomi Indonesia terutama kenaikan surplus perdagangan, pengurangan defisit neraca berjalan, maupun peningkatan penerimaan fiskal. “Belum lagi Indonesia yang baru saja meraih investment grade dari S&P dan pemerintah yang gencar membangun infrastruktur,” kata Bonny.

Seluruh faktor positif tersebut mendorong masuknya dana asing (foreign inflows) sehingga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung 11,5% sejak awal tahun 2017 (year-to-date). Namun, Bonny mengingatkan investor agar tetap mewaspadai berbagai faktor seperti perubahan kondisi politik nasional, keterbatasan stimulus fiskal dan moneter, serta kebijakan pemerintah Amerika Serikat dan China. Meskipun demikian, investor masih berpotensi untuk dapat menikmati hasil dari penguatan modal di pasar modal Indonesia. Bonny menjelaskan, saat ini kenaikan IHSG di bursa masih lebih rendah dibandingkan Indeks di bursa beberapa negara lain seperti Korea Selatan, Singapura, Hong Kong, Filipina, dan India. “Secara jangka panjang, masih terbuka potensi kenaikan harga saham di Bursa Efek Indonesia,” pungkas Bonny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Mia Chitra Dinisari
Terkini