Jika Tidak Diwaspadai, Indonesia Bisa Diserbu Produk Halal dari Luar Negeri

Bisnis.com,24 Jul 2017, 16:19 WIB
Penulis: Andry Winanto

Bisnis.com, Jakarta - Indonesia sebagai negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia dinilai mempunyai potensi industri halal yang sangat besar. Namun, sayangnya hal ini belum mampu dioptimalkan dengan maksimal sebagai pemain global.

Apabila hal ini dibiarkan maka bukan tidak mungkin di masa mendatang berbagai macam produk halal dari luar negeri akan membajiri Indonesia bahkan mengganggu neraca perdagangan melalui skema impor.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dalam acara diskusi panel bertajuk "Peran Ekonom Syariah Dalam Arus Baru Ekonomi Indonesia" di Jakarta Senin(24/7), sekaligus peringatan Milad MUI ke-42.

Menurut Agus, Indonesia saat ini sedang memasuki masa keemasan dengan semakin meningkatnya usia produktif yang menopang perekonomian dan hal ini belum sepenuhnya tergarap oleh segmen syariah.

Agus menjelaskan, apabila pasar syariah dalam negeri belum tergarap dengan baik maka dikhawatirkan serbuan produk-produk halal dunia akan membanjiri Indonesia. Untuk itu, Bank Indonesia bersinergi dengan MUI dalam mengembangkan perekonomian syariah di Indonesia.

"Kerjasama antara Bank Indonesia dan MUI merupakan komitmen kuat kami dalam menggarap potensi pasar syariah," katanya.

Dia memaparkan, pada 2015 volume industri makanan halal mencapai $160 miliar dolar Amerika dan akan semakin  berkembang.

Saat ini pemerintah sudah berada dalam jalur yang benar guna terus mengembangkan potensi Industri halal di Tanah Air, di antaranya dengan mengeluarkan UU No.33 Tahun 2014 tentang jaminan produk halal. Namun, dengan share market keuangan syariah yang hanya 5% saat ini, masih perlu usaha ekstra guna mendapatkan hasil yang cukup terasa dalam memajukan ekonomi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farodilah Muqoddam
Terkini