Harga Logam Terdorong Prospek Permintaan

Bisnis.com,12 Sep 2017, 11:33 WIB
Penulis: Hafiyyan
/Setkab

Bisnis.com, JAKARTA—Harga logam kompak menguat seiring dengan prospek bertumbuhnya permintaan yang menyebabkan defisit di pasar global.

Seperti dikutip dari Bloomberg, analis Societe Generale Michael Haigh menuturkan, prospek terhadap logam industri sangat positif karena adanya peningkatan permintaan dan estimasi defisit pasokan di pasar global.

Namun demikian, pelaku pasar harus memerhatikan sentimen China, sebagai konsumen utama yang akan melakukan Kongres ke-19 Partai Komunis pada akhir tahun ini.

Pada penutupan perdagangan Senin (11/9/2017), harga aluminium di London Metal Exchange (LME) naik 23 poin atau 1,10% menjadi US$2.122 per ton. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), harga tumbuh 25,34%, tertinggi di antara logam lainnya.

Harga tembaga dalam waktu yang sama meningkat 55 poin atau 0,82% menuju US$6.748 per ton. Secara ytd, harga menguat 21,90%.

Sementara itu, harga seng  naik 52 poin atau 1,72% menjadi US$3.083 per ton. Secara ytd harga tumbuh 19,68%.

Harga nikel meningkat 175 poin atau 1,51% menuju US$11.765 per ton. Sepanjang tahun berjalan harga naik 17,42%.

Adapun logam timbal naik 12 poin atau 0,53% menjadi US$2.277 per ton. Secara ytd harga tumbuh 12,92%.

Logam timah tumbuh 200 poin atau 0,97% menuju US$20.750 per ton. Namun, harga masih tekoreksi 1,78% secara ytd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ana Noviani
Terkini