Pelni Ubah Rute Tol Laut di KTI

Bisnis.com,12 Sep 2017, 16:49 WIB
Penulis: Rivki Maulana
Ilustrasi kapal yang termasuk program tol laut/Antara-Kornelis Kaha

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) mengubah rute atau re-route satu trayek tol laut guna meningkatkan konektivitas di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Perubahah rute ini diharapkan bisa merangsang pertumbuhan ekonomi di tiga provinsi yang dilalui kapal tol laut.

Manager PR dan CSR Pelni, Akhmad Sujadi mengatakan KM Sirimau yang semula berlayar dari Surabaya ke Batulicin kemudian singgah Labuan Bajo, Larantuka, dan Kupang. Kapal lanjut berlayar ke Saumlaki, Tual, Dogo, hingga ke Timika dan Merauke.

Sujadi menerangkan, trayek baru KM Sirimau berlayar mulai dari Nabire menuju Ambon. Kapal kemudian menjelajah Baubau, Maumere, Kupang, Kalabahi, dan Saumlaki. Rute baru ini dalam sekali pelayaran atau voyage memakan waktu hingga 28 hari dengan jarak 6.194 mil laut atau 56 mil laut lebih panjang dari trayek semula.

“Dengan perubahan trayek KM. Sirimau akan tercipta konektivtas baru dan diharapkan dapat menggerakkan ekonomi di Papua, Papua Barat dan NTT,” ujar Sujadi, Selasa (12/9/2017).

Menurut Sujadi, Pelni memang mengubah rute trayek tol laut berdasarkan aspirasi masyarakat NTT dan Papua di mana mobilitas antarkedua provinsi terbilang tinggi. Sujadi mengungkapkan banyak warga NTT bekerja di Papua sehingga muncul permintaan angkutan laut langsung dari NTT ke Papua dan sebaliknya.

Di sisi lain, Pelni mengoperasika KM. Leuser sebagai alternatif Surabaya-Merauke untuk mengisi rute yang ditinggalkan KM. Sirimau sedangkan trayek ke Batulicin akan dilayani kapal KM Wilis. Sujadi menekankan, operasional KM Leuser dan KM Wilis pelanggan KM Sirimau tetap dilayani perseroan.

Selain mengangkut barang, KM Sirimau juga melayani angkutan penumpang. Sujadi mengatakan rute baru KM Sirimau diharapkan bisa menjadi sarana bagi wisatawan untuk melakukan kunjungan wisata ke destinasi yang ada di Papua dan NTT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fajar Sidik
Terkini