Obat PCC Disebut Teror Jenis Baru

Bisnis.com,19 Sep 2017, 10:43 WIB
Penulis: Newswire
Ilustrasi/cbc.ca

Kabar24.com, JAKARTA - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan peredaran paracetamol caffeine carisoprodol atau PCC di Kendari, Sulawesi Tenggara, BPOM merupakan teror.

“Ini act of terror terhadap BPOM,” ujar Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito kepada media di Gedung C BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat pada Senin, 18 September 2017.

Teror, kata Penny, dilakukan oleh mafia sebagai bentuk perlawanan terhadap aksi BPOM untuk memberantas penyalahgunaan obat. Karena itu ia meminta Badan Intelijen Negara menyediki masalah ini.

BPOM akan mencanangkan Aksi Nasional Pemberantasan Penyalahgunaan Obat pada 4 Oktober 2017 bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kepolisian Republik Indonesia, Badan Narkotika Nasional, dan Kejaksaan Agung. Langkah ini merupakan upaya untuk terus mengungkap pelaku peredaran obat ilegal dan jaringannya di Indonesia.

Adanya penyelundupan 12 ton obat terlarang beberapa hari lalu di Bintan dari India, kata Penny, mengharuskan penanganan yang masif. "BPOM tidak bisa bekerja sendiri." Di antara 12 ton obat terlarang itu salah satunya mengandung Carisoprodol. Masalah ini, kata dia, adalah masalah serius karena bahayanya jelas merusak generasi bangsa.

Hingga kini 66 orang di Kendari mengalami kejang-kejang karena mengkonsumsi PCC. 15 orang di antaranya masih diperiksa secara intensif. Sembilan di antaranya jadi tersangka. Polisi menemukan 5.227 butir tablet PCC yang diedarkan secara ilegal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Andhika Anggoro Wening
Terkini