KECURANGAN ASURANSI : Begini Cara Jepang Tangani Fraud

Bisnis.com,14 Okt 2017, 00:43 WIB
Penulis: Asteria Desi Kartika Sari
Ilustrasi

Bisnis.com, NUSA DUA-- Asosiasi Asuransi Umum Jepang (GIAJ) telah menggunakan kompilasi data untuk melakukan pertukaran informasi guna meminimalisir terjadinya fraud Asuransi.

Partner GIAJ, Mamoru Otsubo mengatakan asosiasi memiliki data base yang dapat digunakan sebagai sarana pertukaran informasi.

Data itu, lanjut Otsubo, mencakup kontrak, data klaim, data pemegang polis dan obyek asuransi. Data tersebut sangat dirahasiakan dan akses terbatas di internal GIAJ saja, sehingga hanya orang terdaftar yang bisa mengakses informasi.

"Data itu dibagikan dan dipertukarkan sesama perusahaan asuransi anggota GIAJ sebagai upaya pencegahan fraud, di samping melakukan edukasi dan sosialisasi," katanya di Nusa Dua, Jumat (13/10/2017).

Melalui data base tersebut, pertukaran informasi akan disebarkan kepada 32.000 staf ahli yang menangani klaim. Apabila terjadi klaim yang memiliki kecenderungan fraud, tim langsung melakukan investigasi lebih lanjut.

"Ciri-ciri yang memiliki potensi fraud adalah memiliki beberapa polis asuransi, memiliki nilai pertanggungan dalam jumlah besar, dan mengajukan klaim terus menerus," katanya.

Direktur Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ahmad Nasrullah mengatakan OJK berharap asosiasi asuransi lebih proaktif dalam meminimalir kecurangan atau fraud.

Dia mengatakan OJK sangat mendukung penuh inisiasi pembentukan AAUI Checking sebagai wadah perusahaan asuransi berbagi data dan informasi.

“Industri asuransi dalam negeri belum punya unit khusus yang menangani klaim. Mungkin, perusahaan-perusahaan asuransi besar punya ya, tetapi belum kebanyakan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Saeno
Terkini