BTN Siapkan Kredit Hunian di Seputar Stasiun Kereta

Bisnis.com,17 Okt 2017, 11:33 WIB
Penulis: Dini Hariyanti
Penyelesaian sebuah perumahan mewah. / Bisnis Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BBTN memastikan kesiapannya mendanai proyek-proyek hunian yang dekat dengan moda transportasi massal atau transit oriented development alias TOD.

Direktur Consumer Banking BTN Handayani mengatakan, puluhan proyek TOD yang akan digarap sampai dengan 2018 diharapkan dapat didukung semua oleh perseroan. “Tapi akan kami lihat lagi,” tuturnya, di Jakarta, pekan lalu. 

Proyek TOD yang baru mengemuka salah satunya adalah yang ada di kawasan Laswi, Bandung, Jawa Barat seluas 200.000 meter persegi. Pengembangan kawasan ini akan dimulai pada tahun depan. Dalam proyek TOD di Laswi ini sangat dimungkinkan keterlibatan penembang swasta. 

Di Laswi, WIKA Group dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menandatangani kontrak kerja sama Bangun Guna Serah (BGS) dalam waktu 30 + 20 tahun. BGS ini diperuntukkan bagi hotel, convention center, apartemen, ritel, pusat kebugaran, dan gedung parkir. 

Selain itu, ada pula proyek pembangunan hunian dan kawasan komersial dengan konsep TOD di Stasiun Senen, Jakarta Pusat yang hendak digarap KAI. Kalau di Laswi, porsi WIKA sekitar 80% sedangkan di Senen sekitar 75% dan sisanya dialokasikan kepada pihak swasta. 

Handayani menyatakan, pihaknya ditunjuk untuk mendukung pendanaan konstruksi proyek hunian berkonsep TOD itu. BBTN pun siap memberi pelayanan kepada masyarakat yang berminat menghuni melalui kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA).

Menurut dia, agaknya lebih sukar mendapatkan pendanaan bank dalam bentuk KPA. “Apalagi untuk yang KPA subsidi dalam bentuk rusunami karena rusunnya harus jadi dulu,  sedangkan kalau apartemen nonsubsidi boleh inden. Ini yang sedikit menghambat dari sisi pengembang,” ucapnya.

Oleh karena itu, BBTN mendukung kolaborasi antara badan usaha milik negara (BUMN) dengan pengembang swasta. Menurut Handayani, hunian bersubsidi di dalam proyek TOD porsinya cukup sekitar 30% saja dan selebihnya komersial. 

Keterlibatan swasta akan berpengaruh banyak terhadap pengembangan properti karena memberikan dampak perluasan pasar yang dituju selain tentunya menambah kapasitas pendanaan. Kerja sama dapat dilakukan dengan berbagai skema tergantung kepada kondisi. 

Pada sisi lain, rencana pengembangan tata kota berbasis transit oriented development (TOD) tersebut dinilai ekonom dapat memunculkan permintaan yang lebih tinggi terhadap kredit di sektor infrastruktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hendri Tri Widi Asworo
Terkini