Kuartal III/2017, Bank Sampoerna Raup Laba Rp29,4 Miliar

Bisnis.com,06 Nov 2017, 21:02 WIB
Penulis: Andry Winanto

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) mencatatkan  laba senilai Rp29,4 miliar per kuartal III/2017. Nilai tersebut tumbuh tipis 4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh pertumbuhan kredit sebesar 10% menjadi Rp6,1 triliun dibandingkan dengan penyaluran kredit pada periode yang sama tahun lalu yakni Rp5,5 triliun.

Alhasil, pendapatan bunga bersih bank juga naik 39% menjadi Rp393,4 miliar dari posisi sembilan bulan pertama 2016 senilai Rp284 miliar.

CFO Bank Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan, dalam strategi penyaluran kredit, perseroan tetap berfokus pada segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sampai kuartal III/2017, porsi penyaluran kredit sektor UMKM mencapai 79% dari total penyaluran kredit perseroan. 

“Jumlah keseluruhan kredit UMKM mencapai Rp 4,8 triliun atau tumbuh sebesar 23% dibandingkan dengan kuartal III/2016,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (6/11). 

Dari sisi penghimpunan dana, hingga kuartal III/2017 Bank Sampoerna telah membukukan dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp6,8 triliun. Nilai tersebut tumbuh 19% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yakni Rp5,74 triliun. 

Simpanan giro dan tabungan (current account and saving account) berkontribusi sebesar 45,34% menjadi Rp897,6 miliar. Sementara itu, deposito tercatat senilai Rp5,93 triliun, tumbuh 17,48% dibandingkan dengan kuartal III/2016.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross Bank Sampoerna membaik menjadi 3,75% per akhir September 2017, dibandingkan dengan posisi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 5,78%.  

Kemudian, likuiditas bank juga membaik yang ditunjukan oleh rasio kredit terhadap pendanaan (LDR) sebesar 88,67% dari sebelumnya 95,01% di kuartal III/2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farodilah Muqoddam
Terkini