Bank Ina Jajaki Kredit Mikro Berbasis Kartu

Bisnis.com,11 Nov 2017, 16:59 WIB
Penulis: Dini Hariyanti
Gedung PT Bank Ina Perdana Tbk/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Ina Perdana Tbk. menyiapkan fasilitas baru bagi calon debitur, yakni berupa penyediaan kredit menggunakan kartu untuk bertransaksi di toko ritel.

Direktur Utama Bank Ina Perdana, Edy Kuntarjo mengatakan fasilitas tersebut diberikan untuk debitur mikro. “Setelah kredit disetujui, pelaksanaan transaksinya via kartu pada saat debitur melakukan transaksi di gerai atau toko grosir,” katanya kepada Bisnis.com, Sabtu (11/11/2017).

Saat ini, penggunaan kartu tersebut masih dalam tahap uji coba. Perseroan meyakini layanan ini ke depan dapat berfungsi dengan baik sehingga bisa memudahkan proses penyaluran kredit. Kini sudah mulai dipasarkan di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Semarang, dan Surabaya.

Plafon maksimal pemberian kredit berbasis kartu tersebut sebesar Rp25 juta per debitur. Kredit dengan pola ini difokuskan untuk penyaluran kepada pelaku usaha mikro dan kecil bekerja sama dengan pebisnis ritel.

“Kredit berbasis kartu ini belum berjalan, tetapi penyaluran kredit [kepada mikro dan kecil] sudah jalan. Nanti pemberiannya berbasis kartu, artinya belanja [kepada peritel] pakai kartu,” tutur Edy.

Beberapa bulan lalu PT Bank Ina Perdana Tbk. yang tercatat naik kelas. Edy sempat mengakui, seiring kenaikan kelas ini maka perseroan menjadi lebih leluasa dalam menjalankan layanan perbankan digital.

“Per 27 April [Bank Ina Perdana] sudah BUKU II. Persyaratan permodalan ini di samping memenuhi himbauan OJK, tujuan utamanya agar bank dapat menyelenggarakan layanan berbasis internet,” kata Edy.

Sampai sekarang, PT Bank Ina Perdana Tbk. mencatat pertumbuhan kredit sektor perkebunan menjadi salah satu yang mulai menggeliat di tengah lesunya permintaan kredit secara keseluruhan.

Sektor komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit sudah mulai menunjukkan sinyal kenaikan permintaan kredit di tengah lesunya pertumbuhan secara keseluruhan pada 2017. “Walaupun begitu, kapasitas kami [Bank Ina Perdana] masih terbatas,” ujar Edy.

Dari laporan keuangan bank berkode emiten BINA per September 2017, perseroan mencatatkan lonjakan pertumbuhan kredit pada sektor pertanian dan perkebunan, serta pertambangan.

Pada sektor perkebunan, perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar 727% menjadi Rp108,04 miliar dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu. Kemudian, untuk pertumbuhan sektor pertambangan menanjak sebesar 225,17% menjadi Rp18,34 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fajar Sidik
Terkini