Mandiri Inhealth Terus Kembangkan Produk CoB

Bisnis.com,25 Nov 2017, 14:32 WIB
Penulis: Ilman A. Sudarwan
Chief Executive Officer Mitra Keluarga Group Rustiyan (kedua kiri) bersama Direktur Utama Mandiri Inhealth Iwan Pasila (tengah) dan Kepala Divisi Managed Care Andi Gustiyanty menyaksikan pelayanan di konter Mandiri Inhealth, di RS Mitra Keluarga Kemayoran, Kamis (12/10)./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia akan  terus mengembangkan produk coordination of benefit (CoB) mereka. Sebagaimana diketahui produk yang merupakan kombinasi dengan program jaminan sosial dari BPJS Kesehatan.

"Kami punya itu karena memang itu legacy dari Askes [Asuransi Kesehatan], kami punya jaringan yang bagus di situ dan kami punya ahli juga di bidang itu. Kita melihat ini sebagai competitive advanatages dari kami, dan kami akan terus mengembangkan itu," jelasnya, Sabtu (25/11).

Produk CoB tersebut termasuk ke dalam produk managed care yang diberikan oleh Mandiri Inhealth. Sejauh ini produk tersebut menyumbang 60% dari total premi mereka sejauh ini. Sementara 25% lainnya berasal dari produk indemnity mereka. Selebihnya merupakan gabungan produk yang ada.

"Sejauh ini porsinya sekitar 60-40. Managed care sebesar 60%, 25% di Indemnity, dan sisanya di yang lain, karena kita ada yang group term life dan lain-lain," ujarnya.

Iwan mengatakan dengan adanya produk managed care mereka telah berkontribusi terhadap pengelolaan biaya kesehatan yang lebih efisien di Indonesia.

"Dengan managed care sebenarnya kita menorong pola pelayanan yang membuat biaya kesehatan lebih efisien. Dalam jangka panjang kita melihat kontribusi kita di sana."

Melihat keberhasilan produk tersebut, Mandiri saat ini juga tengah berusaha mengembangkan produk CoB untuk individu. Produk ini dicanangkan akan bisa dibuka untuk publik pada 2019 mendatang.

"Tahun 2019 begitu universal health coverage dari BPJS berjalan, individu kan wajib terdaftar ya. Nah, harusnya individu itu juga bisa CoB, dan sekarang kita sedang coba kembangkan itu," ujarnya.

Produk ini memungkinkan anggota keluarga konsumen dari badan usaha yang telah bermitra dengan mereka untuk bisa mendaftar sebagai konsumen sendiri, tidak lagi melalui perusahaan.

"Banyak yang anggota keluarga dari perusahaan kita yang sekarang anaknya sudah berkeluarga sendiri, bisa gak dia masuk ke Inhealth tapi sebagai satu keluarga saja? Sekarang kita bilang boleh, kita mau buka itu."

Selain itu, Iwan juga menyebut dalam mengembangkan produknya, mereka berusaha memanfaatkan celah pasar yang belum tergarap selama ini. Hal ini akan dikombinasikan dengan skema CoB yang mereka punya saat ini.

"Kami mungkin sedikit berbeda dengan asuransi pada umumnya. Kami melihat potensi-potensi pasar pada pensiunan, atau keluarga dari mitra kami yang belum bisa mendaftar CoB. Ini kami kombinasikan dengan competitive advantage yang kami miliki," katanya.

Sejauh ini produk ini sudah diuji coba pada beberapa badan usaha yang menjadi mitra mereka. Dia mengatakan bahwa uji coba ini cukup mendapat tanggapan positif dari konsumen.

"Tanggapannya bagus sekali dari uji coba yang kami lakukan di dua badan usaha yang tidak bisa kami sebut namanya. Sekiranya dalam dua tahun ke depan mungkin produk seperti ini porsinya akan menjadi 10-15% tetapi porsi terbesarnya tetap masih berasal dari badan usaha dan korporasi yang menjadi klien kami," jelasnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fajar Sidik
Terkini