Sindikasi 7 Bank & SMI Biayai Tol Trans-Sumatra Garapan Hutama Karya

Bisnis.com,27 Des 2017, 15:50 WIB
Penulis: Dewi Aminatuz Zuhriyah
Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (kedua kiri) berbincang dengan Kepala Balai Besar Pelaksana Kerja Jalan Nasional Wilayah I Sumut, Paul Ames Halomoan (kedua kanan), Kadis Perhubungan Sumut Anthony Siahaan dan Pimpinan Proyek Tol Medan-Binjai dari PT Hutama Karya Hestu Budi (kanan) di depan pintu tol Semayang saat meninjau persiapan pengoperasian Jalan tol Trans Sumatera di Binjai, Sumatra Utara, Senin (9/10)./ANTARA-Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA - PT. Hutama Karya (Persero) selaku pengembang Jalan Tol Trans-Sumatera dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan sindikasi 7 bank melakukan penandatanganan kredit investasi untuk pengembangan Jalan Tol Trans-Sumatra ruas Bakauheni-Terbanggi Besar.

Ketujuh sindikasi perbankan itu yakni Bank Mandiri, BNI, BCA, Bank CIMB Niaga, Bank Maybank Indonesia, Bank ICBC Indonesia dan Bank Permata bersama-sama menggelontorkan dana untuk pembangunan Bakauheni-Terbanggi Besar dengan nilai total Rp8,07 triliun.

"Nilai investasi pembangunan ruas Bakauheni-Terbanggi Besar adalah sebesar Rp16,7 triliun.Skema pemenuhannya melalui equity sebesar Rp8,7 triliun dan loan senilai Rp8 triliun," terang I Gusti Ngurah Putra, Direktur Utama PT. Hutama Karya (Persero), Rabu (27/12/2017).

Lebih lanjut, Putra menjelaskan pihaknya sudah memenuhi porsi equity dariinvestasitersebut melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dan penjualan surat hutang Korporasi.

"Pada tahun 2010--2016 lalu kita diberi PMN oleh negara senilai Rp2,2 Triliun. Kemudian di akhir 2016 hingga 2017 kita secara bertahap menerbitkan surat hutang dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp6,5 Triliun, sehingga total equity untuk proyek ini sudah close di angka Rp8,7 triliun," katanya.

Dengan dipenuhinya porsi equity,maka selanjutnya porsi loan dipenuhi dengan pinjaman kredit investasi dari sindikasi 7 perbankan bersama PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebagai pemberi fasilitas cash deficiency support (CDS).

Ditemui di acara yang sama, Direktur Keuangan Hutama Karya, Anis Anjayani menjelaskan bahwa PT. SMI akan menyediakan stand-by loan untuk menjamin terbayarkannya kewajiban Hutama Karya kepada sindikasi perbankan.

"Di awal-awal masa operasi, pendapatan dari tol Bakauheni-Terbanggi Besar tidak akan sanggup memenuhi pengeluaran untuk operation maintenance tol serta kewajban pengembahan kredit. Karena itu kami didukung PT. SMI melalui fasilitas CDS supaya Hutama Karya telap dapat memenuhi kewajiban tersebut," ungkap Anis.

"Tenor dul PT. SMI adatah 25 tahun dengan grace period 15 tahun. Nah, grace period kredit dari sindikasi perbankan sendiri adalah 7 tahun dengan tenor seWna 15 tahun,"imbuhnya.

Adapun, ruas Bakauheni-Terbanggi Besar merupakan salah satu dari 24 ruas Jalan Tol Trans-Sumatera yang dkembangkan oleh Hutama Karya melalui penugasan dari Pemerintah.

Mulai dibangun sejak 2015, ruas toI sepanjang 140km ini terbagi menjadi 9 seksi yang kesemuanya ditargetkan selesai pada 2019. Seksi 1 Pelabuhan Bakauheni hingga Bakauheni Selatan, serta seksi 5 dari Lematang ke Kotabaru sudah selesai dan Srap beroperasi dalam waktu dekat ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fajar Sidik
Terkini