Bank Kesejahteraan Ekonomi Dapat Investor Baru

Bisnis.com,09 Jan 2018, 13:33 WIB
Penulis: Abdul Rahman
PT Bank Kesejahteraan Ekonomi/Antara

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE) menunda rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) karena masuknya investor baru yang berencana menjadi pemegang saham mayoritas.

Direktur Utama BKE Sasmaya Tuhuleley mengatakan, rencananya IPO dilakukan pada awal tahun ini, namun ditunda karena beberapa pertimbangan, salah satunya adalah masuknya investor baru.

Sasmaya menjelaskan, pada akhir tahun lalu terjadi perubahan struktur kepemilikan saham. Saham milik Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (IKPRI) yang sebelumnya mayoritas dibeli oleh investor baru.

Namun, dia belum dapat menyebutkan nama investor baru tersebut. Sasmaya hanya menjelaskan bahwa investor baru tersebut membeli 21% saham IKPRI dan sudah disetujui dalam rapat umum pemegang saham.

“Belum bisa di-share nama investor baru itu,” katanya kepada Bisnis, Senin (8/1/2018).

Dengan masuknya investor baru tersebut maka saham milik IKPRI saat ini sekitar 27%. Investor baru tersebut rencananya akan menjadi pemilik saham mayoritas.

Karena adanya perubahan struktur pemegang saham, IPO akan dilakukan pada semester kedua tahun ini. Target dana yang diharapkan setelah melantai di bursa sekitar Rp200 miliar-Rp300 miliar.

Penggalangan dana dari pasar modal juga merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan struktur permodalan agar naik kelas menjadi bank umum kelompok usaha (BUKU) II.

Saat ini modal inti (tier 1) Bank BKE senilai Rp370 miliar termasuk laba ditahan. Total aset BKE per Desember 2017 sekitar Rp4,1 triliun dengan laba Rp15,3 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farodilah Muqoddam
Terkini