Iran Cabut Pemblokiran Telegram

Bisnis.com,14 Jan 2018, 06:29 WIB
Penulis: Newswire
Demonstrasi Iran/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Iran telah mencabut pembatasan penggunaan layanan pesan Telegram, setelah memblokir aplikasi tersebut karena diduga digunakan untuk mengkoordinir pelaksanaan unjuk rasa.

"Sumber kami mengatakan pembatasan akses Telegram telah berakhir dan sekarang sudah bisa digunakan oleh para penggunanya," demikian dilansir dari Reuters, Minggu (14/1/2018).

Telegram memiliki sekitar 40 juta pengguna di Iran. Meski telah menutup sebuah kanal yang dituding mendorong terjadinya kekerasan di Iran pada Desember 2017, tapi Telegram menolak menutup kanal lainnya sehingga pemerintah setempat memutuskan untuk memblokir aplikasi ini.

Banyak warga Iran menggunakan Telegram lewat Virtual Private Networks (VPN) dan perangkat lainnya untuk menghindari penyensoran internet oleh pemerintah.

Instagram juga sempat diblokir di negara Timur Tengah itu, tapi sudah dibuka kembali pada pekan lalu seiring dengan meredanya aksi protes di seluruh negeri. Facebook dan Twitter juga masih diblokir oleh pemerintah setempat.

Setidaknya ada 22 korban jiwa dan 1.000 lainnya yang ditahan dalam serangkaian demonstrasi yang berlangsung sejak akhir Desember 2017 di Iran. Serangkaian aksi unjuk rasa ini disebut sebagai gelombang protes terbesar sejak 2009.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Margrit
Terkini