Akhir 2017, Laba Unaudited Bank Mega Rp1,3 Triliun

Bisnis.com,31 Jan 2018, 14:12 WIB
Penulis: Ropesta Sitorus
Bank Mega/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mega Tbk. lebih optimistis membidik kenaikan kinerja pada tahun ini setelah mengerek pertumbuhan yang positif sepanjang 2017.

Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib menyampaikan per akhir tahun lalu perseroan berhasil membukukan kinerja keuangan dua digit.

Hal itu laba bersih yang dibukukan per akhir Desember (unaudited) sebesar Rp1,3 triliun, tumbuh 13,6% dibandingkan akhir Desember 2016. Kenaikan laba tersebut antara lain ditopang pendapatan bunga dan pendapatan nonbunga.

Dari sisi penyaluran kredit, total pinjaman yang diberikan mencapai Rp35,24 triliun, tumbuh 24,6% secara year on year (yoy). Adapun, dana simpanan masyarakat yang dihimpun sebagai dana pihak ketiga mencapai Rp61,3 triliun, naik 20% (secara yoy).

Kinerja penyaluran kredit dan dana pihak ketiga membuat jumlah aset secara keseluruhan juga mengalami kenaikan sebesar 16,7% menjadi Rp82,28 triliun.

“Menurut proyeksi kami, memang perekonomian akan membaik tahun ini dibandingkan tahun lalu. Bank akan follow the trade sehingga kami harapkan kreditnya bisa lebih baik lagi. Kami targetkan tumbuh high double digit di atas pertumbuhan tahun lalu,” kata Kostaman kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Bank yang terafiliasi dengan grup CT Corp, korporasi milik taufan Chairul Tanjung itu mengatakan penopang pertumbuhan kredit masih akan berasal dari tiga segmen utama bisnis perseroan, yakni  segmen korporasi, kredit konsumer dan kartu kredit.

Dalam memacu kredit korporasi, perseroan akan banyak berpartisipasi dalam sindikasi kredit dalam proyek-proyek infrastruktur seperti kelistrikan dan jalan tol.

Adapun, untuk kredit konsumer, lanjut Kostaman, kebanyakan disalurkan secara tidak langsung (inderect) baik lewat joint financing atau kerja sama pembiayaan. Selain menggandeng perusahaan pembiayaan yang terafiliasi seperti Mega Finance, Bank Mega saat ini memiliki eksposur di sekitar 40 perusahaan pembiayaan lainnya.

Terakhir, untuk segmen bisnis kartu kredit, Bank Mega membidik kenaikan transaksi sekitar 20% dari posisi Desember yang berkisar Rp30 triliun. “Tahun ini diperkirakan bisa mencapai Rp35 triliun – Rp36 triliun.”

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hendri Tri Widi Asworo
Terkini