EDUKASI DUIT: Cara Gampang Akses Modal di Bank

Bisnis.com,08 Feb 2018, 14:46 WIB
Penulis: News Writer
Goenardjoadi Goenawan. / Bisnis-swi

Bisnis.com, JAKARTA — Masalah utama dalam bisnis yang banyak dikeluhkan terutama oleh pebisnis pemula adalah modal. Akses ke bank bank juga bukan pekerjaan gampang. 

Teman saya, seorang pengusaha papan menengah mengatakan bahwa dirinya butuh waktu 25 tahun untuk membangun fundamental usaha. “Setelahnya adalah menjalankan sistem," begitu kira-kira ceritanya.

Bangunan tersulit dalam bisnis adalah akses kepada bank. Bila kita sudah memiliki akses bank segalanya menjadi lebih mudah.

Ada pertanyaan mendasar mengapa Anda bisa mengakses bank?

1. Prinsip bank adalah secara fundamental menalangi cash flow Anda.  Bila bisnis Anda berbasis cash misalnya bisnis retoran,  untuk apa bank menalangi sedangkan penerimaan Anda cash

Kecuali bila bisnis Anda penyedia makanan atau ketering sehingga Anda perlu dana talangan bank.

2. Seberapa banyak bank menalangi cash flow Anda adalah sejauh mana tingkat keuntungan usaha yang Anda miliki. 

Beberapa usaha profitability-nya rendah seperti distributor.  Namun ada bisnis yang profitnya tinggi seperti manufaktur. Yang terbaru adalah fasilitas DF (distributor finace) untuk cover credit limit dan kalau jatuh tempo bank langsung bayar ke prinsipal, sedangkan distributor bisa perpanjang bayar ke bank dengan bunga yang sangat rendah.

3. Beberapa usaha memiliki leverage assets yang bagus efektif Ada yang butuh assets boros. Showroom mobil misalnya butuh aset gedung yang terikat kepada prinsipal. Bisnis lainnya bisa menggunakan ruko di pergudangan lebih rendah kebutuhan aset. Bank lebih menyukai penggunaan aset yang efektif. 

4. Yang paling penting adalah bagaimana pun bank juga dikelola oleh manusia. Bila Anda tidak berkenalan ya besar kemungkinan Anda tidak kenal.

Penulis:

Ir Goenardjoadi Goenawan, MM

Penulis buku seri "Money Intelligent" dan buku “New Money”

Untuk pertanyaan bisa diajukan lewat: goenardjoadigoenawan@gmail.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Stefanus Arief Setiaji
Terkini