Kuartal IV/2017, Defisit Neraca Pembayaran Transaksi Berjalan Asuransi dan Dapen Melebar

Bisnis.com,12 Feb 2018, 11:56 WIB
Penulis: Oktaviano DB Hana
Ilustrasi-Asuransi/www.getbudget.com

Bisnis.com, JAKARTA - Defisit neraca pembayaran transaksi berjalan jasa asuransi dan dana pensiun kembali melebar pada kuartal terakhir 2017.

Realisasi itu bahkan menjadi yang tertinggi sejak kuartal II/2015 dengan defisit yang kala itu mencapai US $312 juta.

Data Bank Indonesia tentang Laporan Neraca Pembayaran Indonesia Realisasi Triwulan IV/2017, yang dikutip Bisnis, Senin (12/2/2018), menunjukkan defisit neraca pembayaran transaksi berjalan pada sektor tersebut tercatat senilai US $222 juta.

Pada periode tersebut, nilai ekspor jasa di bidang asuransi dan dana pensiun mencapai kisaran US $44 juta, sedangkan realisasi impor jasa sektor tersebut mencapai US $266 juta.

Dalam tiga kuartal sebelumnya, neraca pembayaran jasa mengalami defisit sebesar US $155 juta pada kuartal I/2017, US $123 juta pada kuartal II/2017 dan menjadi US $146 juta pada kuartal III/2017.

Bila dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu, defisit neraca pembayaran sektor ini juga meningkat signifikan. Pasalnya, pada kuartal IV/2016 nilai defisit tercatat sebesar US $190.

Defisit pada kuartal terakhir 2016 itu pun menjadi yang terbesar sepanjang tahun tersebut.

Adapun, defisit neraca pembayaran sektor jasa asuransi dan dana pensiun terakhir kali menyentuh angka US $200 juta pada kuartal III/2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggi Oktarinda
Terkini