MULTIFINANCE: Januari, Rasio Pembiayaan Bermasalah Susut

Bisnis.com,07 Mar 2018, 18:31 WIB
Penulis: Fitri Sartina Dewi
Ilustrasi - pembiayaan kendaraan bermotor/www.raceworld.tv

Bisnis.com,JAKARTA - Rasio pembiayaan bermasalah atau nonperforming financing (NPF) di industri multifinance pada awal tahun ini masih menunjukkan tren perbaikan.

Statistik tentang Lembaga Pembiayaan yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa rasio NPF perusahaan pembiayaan per Januari 2018 tercatat pada kisaran 2,95%.

Capaian itu menurun atau lebih baik dibandingkan dengan rasio NPF perusahaan pembiayaan pada Januari 2017 yaitu 3,17%. Untuk menjaga tren perbaikan NPF sepanjang tahun ini, sejumlah perusahaan pembiayaan optimistis dapat mencegah kenaikan NPF.

Direktur Keuangan PT Adira Dinamika Multifinance Tbk. (Adira Finance) I Made Dewa Susila mengatakan, pada akhir 2017 NPF gross perseroan berada pada kisaran 1,6%.

“Kami selalu targetkan bisa menjaga NPF pada kisaran dibawah 2% dengan mempertahankan kualitas pembiayaan,” kata Made dikutip, Rabu (7/3/2018).

Sementara itu, data OJK mencatat piutang pembiayaan industri multifinance pada Januari 2018 mencapai Rp416,48 triliun atau tumbuh 7% jika dibandingkan capaian pada Januari 2017 yaitu Rp389,52 triliun.

Dari piutang pembiayaan sebesar Rp416,48 triliun, sebagian besar disumbang dari piutang pembiayaan konvensional yang mencapai Rp388,53 triliun, sedangkan sisanya Rp27,95 triliun berasal dari piutang pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Yusuf Waluyo Jati
Terkini