KINERJA BCA: Kredit Tumbuh 12%, DPK Naik 9%

Bisnis.com,08 Mar 2018, 20:59 WIB
Penulis: Dini Hariyanti


Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan, realisasi kinerja sepanjang tahun lalu tercetak baik seiring dengan pertumbuhan penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga.

Per akhir tahun lalu, portofolio kredit BCA naik 12,4% (yoy) menjadi Rp468 triliun berkat kenaikan penyaluran di semua segmen. Kredit korporasi tumbuh 14,5% menjadi Rp177,3 triliun.

“Khusus pada kuartal terakhir pencairan kredit korporasi tinggi sejalan dengan siklus peningkatan permintaan kredit pada akhir tahun,” ucap Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Untuk kredit konsumer mengalami pertumbuhan 12,1% menjadi Rp122,8 triliun. Realisasi ini ditopang produk-produk konsumer, seperti kredit pemilikan rumah (KPR) yang naik 14,2% menjadi Rp73 triliun serta kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh 10% ke level Rp38,3 triliun.

Sementara itu, untuk outstanding kartu kredit juga terpantau meningkat sebesar 6,9% menjadi Rp11,5 triliun. Pertumbuhan penyaluran juga dialami kredit komersil dan usaha kecil menengah (UKM) mencapai 10,3% menjadi Rp167,5 triliun.

Adapun, rasio kredit bermasalah BCA berada pada ambang 1,5%, angka ini dinilai relatif rendah. Untuk total cadangan kredit yang berhasil dibentuk tercatat menyentuh Rp14,6 triliun atau tumbuh 5,25% secara year on year. Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah sekitar 190,7%.

“Rasio kredit terhadap pendanaan [LFR] tercatat 78,2% sedangkan CAR kami terjaga di 23,1%,” ujar Jahja.

Soal penghimpunan DPK, BCA mengambil langkah strategis dengan mengembangkan layanan payment settlement yang memengaruhi pendanaan perseroan khussnya daridana murah alias CASA. Per akhir tahun lalu DPK yang dihimpun Rp581,1 triliun atau tumbuh 9,6% (yoy).

Porsi current account saving account (CASA) terhadap keseluruhan DPK mencapai 76,3% setara Rp443,7 triliun. Untuk giro membukukan kenaikan 9,7% menjadi Rp151,3 triliun sedangkan tabungan mencapai Rp292,4 triliun alias naik sekitar 8,2%.

“Pemanfaatan teknologi terkini mendukung customer experience dan upaya otomasi yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi operasional. Kami terus meningkatkan kualitas produk dan layanan,” ucap Jahja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farodilah Muqoddam
Terkini