OCBC NISP Memproyeksi Gejolak Nilai Tukar Rupiah Hanya Bersifat Sementara

Bisnis.com,12 Mar 2018, 11:56 WIB
Penulis: Dini Hariyanti
Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja. (Bisnis/Abdullah Azzam)


Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank OCBC NISP Tbk. menilai fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hanya bersifat sementara. Namun demikian, bank memutuskan tetap berhati-hati dalam menyalurkan kredit valuta asing, guna mengurangi risiko nilai tukar.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja berpendapat, kondisi fluktuasi rupiah belakangan ini tidaklah mempengaruhi permintaan kredit valas di dalam negeri lantaran hal ini sifatnya hanya jangka pendek.

Menurutnya, penyaluran kredit valas senantiasa lebih didasarkan kepada prinsip kehati-hatian termasuk antara lain tingkat kelayakan kredit nasabah, kemampuan mendapatkan income valas, serta tingkat kesehatan industri.

"Nasabah yang memiliki pinjaman valas juga diwajibkan untuk melakukan transaksi lindung nilai sesuai arahan Bank Indonesia, dimana hal ini juga menjadi kriteria dalam kebijakan pinjaman valas yang hati-hati," tutur Parwati kepada Bisnis, Minggu (11/3).

Adapun, secara industri, penyaluyran kredit perbankan berdenominasi valuta asing valas sampai dengan pengujung tahun lalu menunjukkan tren kenaikan. Terpantau sejak 2012 hingga tahun lalu setiap tahunnya permintaan pinjaman valas meningkat.

Statistik Sistem Keuangan Indonesia (SSKI) yang dipublikasikan Bank Indonesia mencatat per akhir tahun lalu kredit valas bertengger di kisaran Rp709,80 triliun. Nominal ini menunjukkan kenaikan sekitar 8,56% dari Rp653,82 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farodilah Muqoddam
Terkini