Reliance Sekuritas: Generasi Zaman Now Harus Melek Investasi

Bisnis.com,13 Mar 2018, 23:15 WIB
Penulis: M. Taufikul Basari

Bisnis.com, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor di Indonesia baru berkisar 1 juta investor, atau hanya 0,39% dari total populasi penduduk yang telah lebih dari 250 juta.

Angka investor pasal modal di Indonesia itu dinilai masih sangat kecil. Padahal, jumlah penduduk usia muda alias penduduk usia produktif di Indonesia sangat besar, dan akan mencapai puncak pada 2030.

Dengan bonus demografi besar itu, menurut Sekretaris perusahaan Reliance Sekuritas Erry TP Hidayat, para generasi milenial diharapkan sudah melek investasi sehingga tidak terlalu konsumtif.

Pasalnya, sebuah riset menyebut, tanpa ada kemampuan mengelola keuangan, anak muda alias generasi milenial Indonesia terancam tidak punya rumah.  Generasi milenial yang dimaksud adalah mereka yang lahir antara tahun 1981-1994.

Erry mengatakan bahwa investasi diperlukan agar bisa memenuhi keinginan, melawan inflasi, membantu memenuhi kebutuhan, supaya kekayaan aset meningkat dan untuk mengantisipasi ketidakpastian di masa depan.

"Mahasiswa atau generasi milenal zaman now, sudah harus mulai investasi sejak dini. Kami pun gencar edukasi ke berbagai kampus," ujar Erry dalam rilisnya Selasa (17/3/2018).

Salah satu manfaat berinvestasi yakni untuk melawan kenaikan inflasi dan kenaikan harga-harga barang. Sebagai contoh, pada 2000 harga sepotong burger berkisar Rp14.500, tetapi pada 2017 sudah mencapai Rp42.000.

Ini artinya dalam kurun 17 tahun ada kenaikan harga 198% dengan perkiraan inflasi tahunan 11,6%. Inflasi setinggi itu, kata Erry, hanya bisa dikejar dengan produk investasi seperti saham.

“Maka, sejak dini, ubah pendapatan menjadi investasi, karena jangka panjang mampu melawan inflasi, atau ketika ada uang lebih selalu sisihkan untuk investasi,” ucap Erry.

Tentu saja, mahasiswa pun harus pahami prinsip dasar investasi. Antara lain, gunakan dana lebih. Kemudian cari informasi sebanyak mungkin sebelum mengambil keputusan.

Jangan tempatkan seluruh dana investasi pada satu jenis instrumen. Juga, disiplin melakukan target investasi baik profit maupun cut loss.

Sebagai investor pemula, para mahasiswa juga harus waspada dengan iming-iming janji memberi imbal hasil tinggi dalam jangka pendek. Juga waspada penawaran investasi dari perusahaan yang tidak jelas.

Selalu cek atau riset bagaimana izin perusahaan investasi tersebut. Karena hanya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berhak mengeluarkan izin perusahaan investasi di Indonesia.

Perusahaan sekuritas saat ini juga menawarkan investasi mulai dari Rp100.000. Ilustrasinya, dengan uang Rp100.000 sudah bisa mendapatkan 1 lot saham yang harganya Rp1.000/lembar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: M. Taufikul Basari
Terkini