Efek Gejolak Kabinet Trump Menjalar ke Pasar Jepang

Bisnis.com,14 Mar 2018, 16:02 WIB
Penulis: Renat Sofie Andriani
Bursa Jepang./Ilustrasi-Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham Jepang berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (14/3/2018), mengekor pelemahan bursa Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan Selasa (13/3/2018), indeks saham acuan di bursa Wall Street melemah saat investor mencermati dampak pemecatan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson oleh Presiden Donald Trump, terhadap kemampuan pemerintahan AS melaksanakan kebijakan di tengan meningkatnya tensi perdagangan.

Indeks Topix hari ini dibuka dengan pelemahan 0,70% atau 12,31 poin di level 1.738,72 dan berakhir turun 0,45% atau 7,82 poin di level 1.743,21. Dari 2.057 saham pada indeks Topix, 702 saham di antaranya menguat, 1.257 saham melemah, dan 98 saham stagnan.

Saham Hitachi Ltd. dan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. yang masing-masing turun 2,28% dan 0,87% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Adapun indeks Nikkei 225 hari ini berakhir turun 0,87% atau 190,81 poin di level 21.777,29, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,92% atau 203,11 poin di posisi 21.764,99.

Sebanyak 47 saham menguat, 172 saham melemah, dan 6 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham Fast Retailing Co. Ltd. yang drop 2,57% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Nikkei, diikuti Tokyo Electron Ltd. (-1,87%) dan FANUC Corp. (-0,95%).

Pelemahan indeks Topix dan Nikkei 225 hari ini sekaligus mematahkan reli yang berhasil dibukukan selama empat hari berturut-turut sebelumnya.

Di sisi lain, nilai tukar yen terpantau terdepresiasi 0,05% atau 0,05 poin ke posisi 106,63 per dolar AS pada pukul 15.09 WIB, setelah berakhir melemah 0,15% di posisi 106,58 pada perdagangan Selasa (13/3/2018).

Dilansir Bloomberg, saham teknologi, perusahaan mesin, dan peritel menjadi penekan terbesar terhadap indeks Topix saat seluruh kecuali 5 dari 33 grup industri melemah.

Baca juga
Live IHSG 14 Maret

Sementara itu, indeks S&P 500 turun sekitar 0,6% pada akhir perdagangan Selasa (13/3/2018) saat pemecatan Menlu Tillerson mengejutkan pasar, hanya kurang dari sepekan setelah penasihat ekonomi Trump Gary Cohn mengundurkan diri dari Gedung Putih.

Tillerson akan digantikan oleh Direktur CIA Mike Pompeo. Penunjukan Pompeo memicu kekhawatiran tentang pandangan yang bisa jadi lebih keras tentang perdagangan, sehingga mendorong agenda Trump untuk mengenakan tarif kepada mitra-mitra dagang AS.

“Trump telah mengusir orang-orang yang tidak sejalan dengannya dan ini sama sekali tidak bagus untuk AS,” kata Kyouko Amemiya, penasihat pasar senior dari SBI Securities Co.

“Kebijakan proteksionisme ‘Amerika First’ berkembang menjadi keprihatinan atas perang dagang, yang dianggap sebagai insentif negatif dalam pasar saham,” tambahnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Sutarno
Terkini