Tahun Ini Bank Mandiri akan Terbitkan 7 juta Kartu Debit Berbasis Chip

Bisnis.com,19 Mar 2018, 19:40 WIB
Penulis: Nirmala Aninda
Karyawan minimarket menggesekan kartu debit di mesin Electronic Data Capture (EDC), di Jakarta, Selasa (5/9). Bank Indonesia melarang penggesekan ganda (double swipe) dalam transaksi nontunai dalam setiap transaksi./ANTARA-Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA -- Sampai dengan akhir tahun ini PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menargetkan 7 juta dari total 17 juta kartu debit yang beredar akan dimigrasikan ke sistem keamanan berbasis chip, dari sebelumnya pita magnetik.

SVP Consumer Deposits Bank Mandiri Trilaksito Singgih H. mengatakan saat ini sudah ada 1,5 juta kartu debit yang sudah menggunakan teknologi chip.

"[Targetnya] sampai dengan Desember nanti ada 7 juta kartu [chip], prosesnya sampai 2020," ujarnya di Jakarta, Senin (19/3/2018).

Migrasi kartu debit menjadi kartu berbasis chip merupakan salah satu upaya dari Bank Sentral untuk meminimalkan kejahatan perbankan yang menyalahgunakan data nasabah pada kartu debit.

Sampai saat ini mayoritas bank masih menggunakan kartu dengan teknologi magnetic strip sebagai alat penyimpanan data nasabah.

Bank Indonesia menargetkan sampai dengan akhir tahun ini 30% dari kartu debit yang diterbitkan oleh perbankan sudah harus menggunakan teknologi chip.

Singgih, panggilan akrabnya, menyampaikan migrasi kartu debit dari teknologi magnetic strip menjadi kartu chip merupakan upaya peningkatan sistem keamanan bagi perseroan maupun bagi kepentingan nasabah.

"Kalau sudah pakai chip kan artinya risiko skimming berkurang dan risiko operasional lebih termitigasi. Nasabah juga lebih aman untuk melakukan transaksi," katanya.

7 juta kartu debit berbasis chip yang akan diterbitkan tahun ini tidak hanya untuk keperluan mitigasi kartu lama. Singgih menyebutkan bahwa jumlah tersebut sudah termasuk dengan kartu untuk nasabah baru dan akan melampaui 30% dari target Bank Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farodilah Muqoddam
Terkini