Bos Bank Mandiri Sebut Kerugian Skimming di Surabaya Rp150 Juta

Bisnis.com,20 Mar 2018, 18:08 WIB
Penulis: Ropesta Sitorus
Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk. Kartika Wirjoatmodjo memberikan sambutan pada pembukaan Seminar Reformasi Pajak di Jakarta, Senin (30/10)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Kasus kejahatan dengan model skimming atau penyadapan data lewat kartu debit dilaporkan menimpa nasabah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di wilayah Surabaya, Jawa Timur.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan Bank Mandiri telah melaporkan kasus skmming tersebut ke polisi.

“Skimming itu bisa dilakukan di berbagai ATM dengan macam-macam cara, kami sudah laporkan ke polisi begitu ada kami tahu ada pemalsuan,” katanya saat ditemui di Jakarta, Selasa (20/8/2018).

Tiko, sapaan akrabnya, menjelaskan, kerugian nasabah diperkirakan berkisar antara Rp100 juta – Rp150 juta. Dia juga mengaku Bank Mandiri telah mengganti seluruh kerugian para korban.

“Tidak banyak kerugiannya, kecil kok, tidak sampai Rp100 juta, paling banter Rp150 juta. Begitu kami tahu ada laporan pemalsuan, kami langsung bayar dan ganti,” tuturnya.

Kartika mengatakan perseroan juga melakukan berbagai tindakan untuk mencegah skimming. Pihaknya juga memantau di daerah-daerah lain untuk mencegah terulangnya kasus serupa.

Sejauh ini, kasus skimming tersebut hanya ditemukan di daerah Jawa Timur dan belum merembet ke daerah lain. Menurutnya, kasus skimming tersebut dilakukan oleh satu sindikat. Hanya saja Tiko enggan menjelaskan lebih rinci.

Bank Mandiri mendorong nasabah agar proaktif untuk segera melaporkan ke kantor cabang terdekat apabila menemukan transaksi yang dinilai janggal.

“Kami harapkan nasabah proaktif saja, begitu transaksi yang dirasa tidak dilakukan langsung dilaporkan ke kantor cabang terdekat saja supaya bisa segera kami ganti dan kami terbitkan debit card yang baru.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hendri Tri Widi Asworo
Terkini