Kuartal I/2018 Pembiayaan Maybank Finance Tumbuh 10%

Bisnis.com,09 Apr 2018, 15:29 WIB
Penulis: Reni Lestari
Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance) Alexander (tengah) didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan seusai melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obiligasi Berkelanjutan II senilai Rp5 triliun, di Jakarta, Senin (9/4/2018)./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Memasuki kuartal pertama 2018, penyaluran pembiayaan PT Maybank Indonesia Finance mengalami kenaikan sebesar 10% (yoy) menjadi Rp2,47 triliun dari periode yang sama 2017 yang mencapai Rp2,25 triliun.

President dan CEO Maybank Finance Alexander mengatakan pertumbuhan pembiayaan di awal tahun ini cukup positif.

"Kalau kondisi ini berlangsung sampai akhir tahun, kami yakin akan melewati target," kata Alexander di Jakarta, Senin (9/4/2018).

Adapun portofolio pembiayaan Maybank Finance didominasi oleh mobil baru sebesar 93%, alat berat dan mobil komersial 5% dan mobil bekas 2%.

Pertumbuhan di semester pertama, lanjutnya, akan didorong gelaran Indonesia International Motor Show pada Mei mendatang. Selain itu, momentum hari raya lebaran juga diharapkan akan meningkatkan permintaan pembiayaan mobil baru.

Sementara itu, Alexander menargetkan tahun ini perseoran menyalurkan pembiayaan sebesar Rp9,16 triliun. Target yang dipatok tersebut relatif stagnan dari pencapaian tahun lalu yang sebesar Rp9,07 triliun.

Ia mengatakan, target yang dipasang cenderung flat karena Indonesia memasuki tahun politik, yang menurutnya berdampak langsung pada arus pembiayaan khususnya di segmen mobil baru.

"Banyak pemain-pemain utama [di pembiayaan mobil baru] juga memasang target yang zero growth, karena kita juga jaga-jaga di semester keduanya. 2018 ini kan tahun politik, dari tahun ke tahun kami perhatikan kalau politiknya hangat, penjualan mobil akan turun," jelasnya.

Adapun untuk memenuhi kebutuhan pendanaan sebesar Rp9,1 triliun, Maybank Indonesia melakukan emisi obligasi tahap I 2018 dengan target dana Rp500 miliar.

Obligasi tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berelanjutan II dengan nilai Rp5 triliun. Penerbitan obligasi tersebut sepenuhnya akan digunakan untuk modal kerja pembiayaan.

Sebesar 70% dari total kebutuhan pendanaan ditopang dari joint financing dengan perusahaan induknya yakni, PT Bank Maybank Indonesia. Sisanya, dipenuhi melalui penerbitan obligasi, serta sumber dana lainnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggi Oktarinda
Terkini