KABAR PASAR 11 MEI: Beras Impor Siap Masuk Lagi, Isyarat Bank Sentral Menaikkan Bunga

Bisnis.com,11 Mei 2018, 08:11 WIB
Penulis: Renat Sofie Andriani

Bisnis.com, JAKARTA – Berita seputar impor beras serta isyarat kenaikan BI 7-Days Reverse Repo Rate (7DRRR) menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (11/5/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Beras Impor Siap Masuk Lagi. Pemerintah memberikan sinyal impor beras gelombang kedua untuk mengamankan stok pangan paling pokok hingga awal 2019. Awal tahun ini, pemerintah telah membuka keran impor beras dari India, Pakistan, Vietnam, dan Thailand sejumlah 500.000 ton oleh Perum Bulog (Persero). Impor mulai direalisasikan sejak Februari. Per 7 Mei, beras yang sudah masuk ke Tanah Air sebesar 412.395 ton. (Bisnis Indonesia)

Investor Berebut Startup. Perkembangan pesat industri teknologi di Indonesia menciptakan kebutuhan yang tinggi atas suntikan modal dalam skala besar. Pemodal ventura lokal dan asing berlomba mencari peluang sebagai penyokong dana. (Bisnis Indonesia)

Pencairan Tersendat. Memasuki bulan kelima tahun ini, realisasi penyaluran dana desa hingga ke Rekening Kas Desa (RKD) tercatat masih sangat minim, sehingga dampaknya terhadap peningkatan daya beli masyarakat juga minim. (Bisnis Indonesia)

Otoritas Keuangan Kurang Punya Sense of Crisis. Otoritas moneter, fiskal, dan jasa keuangan kurang memiliki sense of crisis. Buktinya, saat rupiah terpuruk, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) justru mengeluarkan pernyataan yang membuat gugup pelaku pasar bahwa perbankan masih tahan andai rupiah melemah ke level Rp20.000 per dolar AS. Petinggi Bank Indonesia (BI) juga kurang tanggap terhadap dinamika pasar. Alih-alih proaktif menenangkan pasar, petinggi bank sentral malah bepergian ke luar negeri saat rupiah bergejolak. (Investor Daily)

Isyarat Bank Sentral Menaikkan Bunga. Bank Indonesia (BI) memberi isyarat akan menaikkan bunga acuan atau BI 7-Days Reverse Repo Rate (7DRRR). Inilah senjata pamungkas dari bank sentral untuk menjaga stamina rupiah yang tengah loyo. (Kontan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Margrit
Terkini