Pertumbuhan Uang Beredar Kembali Melambat

Bisnis.com,31 Mei 2018, 17:30 WIB
Penulis: Hadijah Alaydrus

Bisnis.com, JAKARTA--Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada April 2018 dipengaruhi oleh faktor perlambatan aktiva luar negeri.

Data BI, menunjukkan posisi M2 tercatat Rp5.408,6 triliun pada April 2018 atau tumbuh 7,4% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan bulan Maret 2018 yang tumbuh 7,5% (yoy).

Aktiva luar negeri bersih tumbuh melambat tersebut tercermin dari perlambatan pertumbuhan tagihan luar negeri.

"Khususnya pada instrumen surat berharga asing sejalan dengan penurunan cadangan devisa dan depresiasi nilai tukar pada April 2018,"tulis Bank Indonesia dalam Analisis Uang Beredar April 2018, Kamis (31/5).

Aktiva luar negeri bersih yang tumbuh 6,4% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 9,3% (yoy).

Pertumbuhan M2 yang lebih lambat dipengaruhi oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) yang tumbuh 10,2% (yoy), menurun dari bulan sebelumnya yang sebesar 11,9% (yoy).

Sementara itu, uang kuasi tercatat tumbuh meningkat dari 6,2% (yoy) menjadi 6,6% (yoy) sehingga menopang pertumbuhan uang beredar.

Di sisi lain, data BI mengungkapkan ekspansi keuangan pemerintah dan akselerasi pertumbuhan penyaluran kredit membantu menahan laju perlambatan M2 yang lebih dalam.

Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) tercatat tumbuh 8,6% (yoy) pada April 2018, meningkat dibandingkan dengan bulan Maret 2018 yang tumbuh 5,9% (yoy).

Adapun, penyaluran kredit perbankan tercatat Rp4.807,5 triliun atau tumbuh 8,9% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,5% (yoy).

Suku bunga kredit dan simpanan berjangka kembali turun sejalan dengan masih berlanjutnya transmisi penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia.

Pada April 2018, rata-rata tertimbang suku bunga kredit perbankan tercatat 11,10% atau turun 8 basis poin dari bulan sebelumnya.

Suku bunga simpanan berjangka dengan tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan pada April 2018 masing-masing tercatat 5,64%, 5,83%, 6,16%, dan 6,37%, turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 5,65%, 5,88%, 6,29%, dan 6,46%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rustam Agus
Terkini