Belum Buka Cabang di Malaysia, Ini Pertimbangan BNI

Bisnis.com,20 Jun 2018, 19:43 WIB
Penulis: Ropesta Sitorus
Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk Achmad Baiquni (kanan) memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan, seusai RUPS, di Jakarta, Selasa (20/3/2018)./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menyatakan memiliki masuk ke Malaysia lewat mekanisme kolaborasi dengan bank pelat merah lainnya. Pasalnya, menurut Direktur Utama Bank BNI Achmad Baiquni, beban bank akan lebih besar apabila melakukan ekspansi secara sendiri-sendiri.

Hal tersebut pula yang menjadi alasan Bank BNI belum buru-buru melebarkan sayap dan membuka jaringan kantor cabang di Malaysia.

“Sebenarnya ketentuan AFAS [Asean Framework Agreement on Services] itu sudah cukup lama, tapi terus terang kami sendiri yang dalam melakukan kajian menilai masih perlu waktu. Karena dengan kajian kami sementara ini, kalau kami buka cabang di sana rasa-rasanya terlalu membebani kami,” ujarnya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Bank Mandiri juga menyebutkan persaingan industri perbankan di Malaysia sudah cukup padat, khususnya untuk segmen mass market yang dikuasai oleh grup bank lokal di wilayah tersebut seperti CIMB Niaga dan Maybank.

Karena itu, Bank Mandiri dan Bank BNI menyatakan kelak akan lebih fokus menyasar pasar masyarakat Indonesia dan korporasi Indonesia yang ada di negara tersebut.

“Makanya kalau seandainya Bank Mandiri buka duluan, kami akan kolaborasi dengan Bank Mandiri untuk nasabah-nasabah kami apalabila memerlukan layanan di Malaysia,” lanjut Baiquni.

Saat ini BNI telah memiliki kantor cabang di luar negeri antara lain di Hong Kong, London, New York, Singapura, Tokyo dan satu kantor fungsional di Osaka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farodilah Muqoddam
Terkini