Transformasi Teknologi Berbasis Green Mining PT Timah Didukung

Bisnis.com,02 Jul 2018, 14:40 WIB
Penulis: Newswire
Aktivitas tambang timah Belitung Timur/Jibi

Bisnis.com, JAKARTA - Transformasi teknologi berbasis green mining yang sedang dipersiapkan oleh PT Timah Tbk. untuk proses penambangan mendapatkan dukungan.

Mantan Ketua Dewan Nasional Walhi Nur Kholis mengatakan, PT Timah telah mengembangkan banyak hal. Salah satunya, peremajaan teknologi produksi yang lebih ramah lingkungan.

"Kita harus apresiasi langkah yang diambil sebelum lihat hasil. Teknologi dibuat sesuai perkembangan yang terjadi saat ini. Kita akan lihat bersama bagaimana hasilnya," ujarnya, Senin.

Pria yang pernah menjabat sebagai  Ketua Komnas HAM 2015–2016, ini menambahkan, sebagai perusahaan negara, PT Timah sudah harus memikirkan cara untuk mengadaptasi teknologi baru yang minim kerusakan.

"Memang agak mahal, tapi di sinilah negara harus hadir," tegasnya.  

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Operasi & Produksi  PT Timah Tbk. Alwin Albar, mengungkapkan, pihaknya terus berusaha melakukan inovasi teknologi dan proses penambangan. Untuk teknologi ramah lingkungan ini, PT Timah sudah menyiapkannya sejak 2012.

"Konsep teknologinya sub surface mining. Kami sudah melakukan eksperimen dan improve pada akhir 2012. Proses paten pun sudah dilakukan sejak 2015, dan mulai dioperasikan pada Februari 2018," kata Alwin.

Saat ini, lanjutnya, teknologi sub surface mining baru dioperasikan untuk penambangan di darat. Pada tahun depan ditargetkan dengan prototype yang sama, PT Timah akan mengoprasikannya di laut.

Menariknya, PT Timah berencana menggandeng masyarakat sebagai mitra untuk menggunakan teknologi tersebut.  

"Sekarang yang hampir availabe ada 100 unit. Kami baru mendistribusikan sebanyak 30 unit untuk penambangan di Bangka, dan 10 unit di Belitung. Memang masih belum banyak karena pendistribusian baru dibuka pada Mei kemarin," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Bambang Supriyanto
Terkini
'