Kinerja Bisnis Kartu Kredit BCA Lampaui Target

Bisnis.com,10 Jul 2018, 21:56 WIB
Penulis: Ilman A. Sudarwan
Model memperlihatkan kartu Paspor BCA Mastercard saat peluncurannya, di Jakarta, Selasa (21/11)./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. mencatatkan kinerja pertumbuhan dua digit di bisnis kartu kredit, baik dilihat dari sisi jumlah pemegang kartu maupun nilai transaksi.

Direktur BCA Santoso mengatakan, jumlah pemegang kartu kredit BCA sampai dengan Mei tecatat sebanyak 3,43 juta nasabah, jumlah tersebut tumbuh sekitar 11% secara tahunan. Sementara itu, jumlah nasabah kartu kredit meningkat sebesar 10%.

Adapun untuk sales volume issuing tercatat sebesar Rp28,1 triliun, meningkat 15% dibandingkan dengan Mei tahun lalu. Sementara itu, untuk sales acquiring mencapai 34% triliun, jumlah tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

“Untuk acquiring ada switch transaksi ke Gerbang Pembayaran Nasonal [GPN] sehingga ada sedikit penurunan, namun jumlah debitnya meningkat 20,5%,” katanya kepada Bisnis, Senin (9/7/2018).

Dia mengatakan, target yang diusung dalam RBB untuk pertumbuhan bisnis kartu kredit adalah 9%-10%. Dengan demikian, bisnis kartu kredit sampai dengan pertengahan tahun sudah melampaui target yang ditetapkan.

“Tentunya pertumbuhan tersebut didorong oleh nilai tambah dan engagement nasabah terhadap produk kartu kredti seperti layanan, pricing market program, dan lain-lain dari BCA,” katanya.

Dia menilai, pada semester II/2018, tantangan untuk bisnis kartu kredit adalah semakin ketatnya peraturan regulator terkait kartu kredit. Namun, dia menegaskan BCA cukup optimistis menghadapi tantangan bisnis tersebut.

“Jadi kalau semester II bisa dipertahankan kinerjanya berarti pertumbuhan kami sedikit di atas target yang kami targetkan,” ucapnya.

Berdasarkan data Statistik Pembayaran Bank Indonesia, hingga Mei 2018, volume transaksi kartu kredit tercatat sebesar 29,3 juta, tumbuh tipis 3,06% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 28,43 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farodlilah Muqoddam
Terkini